Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan mahasiswa BIPA tingkat 1 dari perspektif kognitif yang meliputi aspek pemahaman, ketepatan, dan kesesuaian. Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing karena menjadi landasan bagi penguasaan kemampuan berbahasa yang lebih kompleks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes pilihan ganda yang diberikan kepada tujuh mahasiswa BIPA tingkat pemula. Tes ini dirancang untuk mengukur sejauh mana mahasiswa mampu memahami isi teks sederhana, melafalkan kata dengan benar, serta menyesuaikan makna bacaan dengan konteks kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan mahasiswa BIPA bervariasi, dengan sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sedang hingga cukup. Aspek pemahaman menjadi faktor paling dominan dalam menentukan keberhasilan membaca, ditunjukkan oleh mahasiswa yang memiliki pemahaman baik dan mampu mengenali informasi penting dalam teks. Sementara itu, aspek ketepatan memperoleh nilai relatif rendah akibat pengaruh sistem fonologi bahasa ibu yang berbeda dari bahasa Indonesia. Aspek kesesuaian juga menunjukkan variasi nilai, mencerminkan perbedaan kemampuan mahasiswa dalam mengaitkan makna antar kalimat. Hasil ini sejalan dengan teori kognitif yang menekankan bahwa membaca melibatkan proses mental yang kompleks, mencakup pengenalan simbol, asosiasi makna, dan penalaran kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang memperkuat kemampuan kognitif mahasiswa melalui latihan membaca yang kontekstual dan bertahap agar kemampuan membaca permulaan dapat berkembang secara optimal.