The most fundamental problem in character formation is the ideological foundation of education itself. A tree cannot stand firmly without strong roots (foundations). Therefore, a tree that stands firmly requires strong and sturdy roots. Likewise, in education, to shape a child's character, a strong and sturdy foundation is needed. Therefore, according to Ibn Qayyim, the main foundation in building a child's character education is the foundation of Tawhid. This study seeks to answer the question of how the process of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah in shaping the character of students. The research method used is qualitative research with a case study approach, with data collection techniques through interviews and documentation. The object of this research is located at the Anak Salih Community Learning Center (PKBM) in Bogor. The results of the study indicate that the concept of Tawhid education according to Ibn Qayyim al-Jauziyyah is very influential in the character education of students. The successful implementation of monotheism education includes students being able to know Allah through monotheism rububiyyah, uluhiyyah, and asma' wa al-shifat, so that noble characters are formed such as tough, honest, sincere, devout, patient, sportsmanship, clean and healthy, cooperative and helpful, competitive in competing in goodness, cheerful and physically and mentally resilient. Abstrak Problem yang paling mendasar dalam masalah pembentukan karakter adalah masalah landasan ideologis dalam pendidikan itu sendiri. Sebuah pohon tidak akan dapat berdiri kokoh tanpa adanya penopang akar (fondasi) yang kuat. Maka dari itu, pohon yang berdiri kokoh membutuhkan akar yang kuat dan kokoh pula. Demikian pula halnya dengan pendidikan, untuk membentuk karakter anak dibutuhkan landasan yang kuat nan kokoh sebagai akar atau fondasinya. Oleh karena itu, menurut Ibnu Qayyim bahwa landasan utama dalam membangun pendidikan karakter anak adalah fondasi Tauhid. Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan, bagaimana proses pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah dalam membentuk karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini bertempat di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Shalih Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan tauhid menurut Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah sangat berpengaruh pada pendidikan karakter peserta didik. Implementasi pendidikan tauhid yang berhasil diterapkan di antaranya peserta didik dapat mengenal Allah melalui tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asma’ wa al-shifat, sehingga terbentuk karakter yang mulia seperti tangguh, jujur, ikhlas, takwa, sabar, sportif, bersih dan sehat, kerja sama dan tolong menolong, kompetitif berlomba dalam kebaikan, ceria serta tahan secara fisik dan mental.