Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Kimia Chem Bio Draw dan Hyperchem Untuk Membangun Dasar Pemahaman Visual Struktur Senyawa Kimia Kepada Mahasiswa Universitas PGRI Madiun Trisnawati, Ade; Ayu Sudarni, Dyan Hatining; Kurniawan, Ahmad Misfa; Setiawan, Mohammad Arfi; Sani, Nabila Mutiara
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 1 (2026): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i1.1885

Abstract

Materi ikatan kimia merupakan salah satu materi yang penting untuk dipelajari oleh mahasiswa Teknik Kimia. Namun, mahasiswa seringkali menghadapi kesulitan dalam memahami struktur senyawa kimia. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan dalam menggambar struktur dan reaksi kimia, serta memprediksi sifat dan reaktivitas molekul. Selain itu, kurangnya keterampilan berbasis teknologi dalam bidang ini juga menjadi masalah. Aplikasi kimia seperti Chem Bio Draw dan Hyperchem sangat penting untuk memvisualisasikan, memanipulasi, dan menganalisis struktur senyawa kimia dengan presisi tinggi, namun banyak mahasiswa belum familiar dengan penggunaannya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman visual mahasiswa terhadap struktur senyawa kimia dan membekali mereka dengan keterampilan menggunakan aplikasi Chem Bio Draw dan Hyperchem. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan mahasiswa Teknik Kimia dan Pendidikan Fisika yang telah menempuh mata kuliah Kimia Dasar. Pelatihan ini mencakup lima tahapan utama yaitu identifikasi masalah melalui pre-test, pengumpulan data, pengumpulan bahan materi, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi dengan post-test dan monitoring. Hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 15,3% peserta yang memiliki pemahaman awal tentang aplikasi Chem Bio Draw dan Hyperchem. Setelah sosialisasi dan pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada hasil post-test, di mana 71% peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai aplikasi dan cara penggunaannya untuk mengolah data serta membuat permodelan molekul. Peningkatan pemahaman sebesar 56,5% dari pre-test ke post-test ini mengindikasikan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan wawasan dan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan aplikasi kimia tersebut. Secara keseluruhan, pelatihan ini dapat membantu mahasiswa mengatasi kesulitan dalam pemahaman struktur senyawa kimia dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menggambar, memprediksi sifat molekul, serta memanfaatkan teknologi dalam kimia. Kegiatan ini dapat menjadi model dasar untuk kegiatan serupa di masa mendatang.