Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode berpikir kritis dalam menilai teori ekonomi modern dari sudut pandang filsafat islam Diniarti, Sandra; Diniarti , Sandra; Kurniawan , Taufiq; Budi, Fadhilah Arum; Tandriano, Kevin Wijaya; Al Zamzamy, Muhammad Hudzaifah; Ulin Nuha, Muhammad Ariq
EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam Vol. 6 No. 2 (2025): EL-FIKR: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam
Publisher : Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/el-fikr.v6i2.32085

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menyelidiki penggunaan pemikiran kritis dalam filsafat Islam sebagai dasar untuk menilai dan mengevaluasi teori ekonomi kontemporer. Dalam tradisi Islam, pemikiran kritis tidak hanya berfokus pada penalaran logis, tetapi juga mencakup refleksi spiritual dengan menggabungkan akal dan wahyu sebagai sumber kebenaran yang saling melengkapi. Melalui pendekatan ini, ekonomi Islam mampu memberikan kritik mendalam terhadap asumsi dasar ekonomi modern, seperti konsep homo economicus, sekularisasi pengetahuan, serta orientasi materialistik yang menempatkan manusia sebagai makhluk rasional semata tanpa memperhitungkan dimensi moral, etis, dan transendental. Selain itu, penelitian ini mengulas landasan epistemologis ekonomi Islam yang bersumber dari wahyu, nalar, realitas sosial, serta pengalaman sejarah umat, sehingga melahirkan sistem pemikiran yang holistik dan humanistik. Etika, keadilan sosial, keberlanjutan, dan nilai kemaslahatan menjadi inti dalam praktik ekonomi Islam, berbeda dengan pendekatan konvensional yang cenderung menekankan efisiensi dan akumulasi kekayaan. Berdasarkan analisis literatur akademik, penelitian ini menegaskan bahwa ekonomi Islam tidak hanya berfungsi sebagai kritik terhadap sistem global, tetapi juga menawarkan alternatif transformatif yang lebih adil, seimbang, dan selaras dengan tujuan kemanusiaan serta kebutuhan peradaban modern.
Concept and Division of Law in Islam: A Study of Taklifi Law and Wadh'i Law Al Zamzamy, Muhammad Hudzaifah; Narendra Yudha Prawira Hadi; Gathan Pryatna Putra; Hanif Akmal Zahardi; Muhammad Ariq Ulin Nuha; Muhammad Fachri Al Ikhsan; Taufiq Kurniawan
JISEI: Journal of Islamic Studies and Educational Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): JISEI: Journal of Islamic Studies and Education Innovation (March 2026)
Publisher : LP3M Pascasarjana STAI Ibnurusyd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61094/jisei.v2i1.132

Abstract

Sharia law (hukum syara’) refers to the rules established by Allah SWT to regulate the behavior of human beings who have met the requirements to receive and carry out legal responsibilities in Islam (mukallaf). These rules are derived from the Qur'an and Hadith and represent a central topic in the study of ushul fiqh, which aims to understand the principles and foundations of Islamic legal rulings in a systematic and structured manner. By understanding Sharia law, Muslims are able to guide their attitudes and actions in accordance with Islamic teachings in various aspects of life. Scholars in many academic works explain that Sharia law is generally divided into two main categories: taklifi law and wadh’i law. Taklifi law consists of rulings that contain direct demands addressed to the mukallaf, either in the form of commands to perform certain actions, prohibitions against performing them, or choices between performing or not performing an action. This category includes five primary rulings: obligatory, recommended, prohibited, disliked, and permissible, each indicating different levels of obligation in Islamic practice. Meanwhile, wadh’i law functions to determine when taklifi law becomes applicable through several elements, such as cause, condition, impediment, validity and invalidity, as well as strict rulings and legal concessions. This classification demonstrates that Islamic law is systematic and flexible, allowing it to regulate human behavior in a balanced way while fulfilling the objectives of Sharia, namely achieving benefit and preventing harm in human life.