Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pananganan Data Hilang pada Data Bangkitan Bivariate Gamma Arib, Muhammad Arib Alwansyah; Khaola, Khaola Rachma Adzima; Rido, Muhammad Rido Wujudi
Diophantine Journal of Mathematics and Its Applications Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/diophantine.v4i2.46691

Abstract

Missing data is a problem in data processing that can reduce the quality of analysis results if not addressed. This study aims to evaluate the performance of two imputation methods, namely Random Forest Imputation (RF) and Classification and Regression Tree (CART), at various levels of missing value proportions, namely 5%, 10%, 15%, and 20%. The data used in this study are Bivariate Gamma data of 200 observations with two variables, which were generated using RStudio software. The evaluation was carried out based on the correlation value between the imputed data and the original data, as well as the error measures Mean Absolute Percentage Error (MAPE) and Root Mean Square Error (RMSE). The results showed that at the missing value levels of 5% and 10%, the CART method produced the smallest MAPE and RMSE values, so that the CART method was the best method, although there was no significant difference between the RF method and the 10% missing value data. At 15% and 20% missing values, the RF method demonstrated superior performance with smaller MAPE and RMSE values ​​compared to CART. Overall, the CART method is more suitable for use with a low proportion of missing values, while the RF method provides more stable performance at a high proportion of missing values. The results of this study provide recommendations for selecting a more appropriate imputation method based on the level of missing data.
Efektivitas Klinik Matematika terhadap Pemahaman dan Kesiapan Siswa Menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Muhammad Rido Wujudi; Ndaru Atmi Purnami; Findasari; Eka Kusumawati; Muhammad Rizky Ardiansyah
Suluh Abdi Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabdi.v8i1.2367

Abstract

Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (NU) Banat Kudus menghadapi keterbatasan dalam pembinaan Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika, baik dari segi sumber daya manusia pembina, ketersediaan modul, maupun strategi pembelajaran yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa SMA/MA dalam menghadapi Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika tingkat kabupaten dan provinsi melalui kegiatan Klinik Matematika. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan yang meliputi webinar, pendampingan intensif, klinik soal, dan pelatihan berbasis uji coba soal dengan model pembelajaran partisipatif, serta evaluasi dan pemantauan. Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan desain tes awal dan tes akhir terhadap 36 siswa. Data dianalisis menggunakan skor gain ternormalisasi serta uji Wilcoxon bertanda peringkat karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor dari [lengkapi nilai tes awal] pada tes awal menjadi [lengkapi nilai tes akhir] pada tes akhir, dengan skor gain ternormalisasi rata-rata sebesar 0,59 yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan secara statistik dengan nilai p < 0,001. Sebanyak [lengkapi jumlah atau persentase peserta] peserta berada pada kategori peningkatan sedang hingga tinggi. Dengan demikian, Klinik Matematika efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswa menghadapi Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jejaring perguruan tinggi dengan sekolah mitra serta mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan capaian indikator kinerja utama perguruan tinggi.