Silvia, Halimatus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAS SAMPEAN BARU UNTUK BUDIDAYA PISANG CAVENDISH(Musa acuminata L) PT.XYZ DI KABUPATEN BONDOWOSO Novita, Elida; Andriyani, Idah; Soekarno, Siswoyo; Ernanda, Heru; Silvia, Halimatus
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.9340

Abstract

Pisang cavendish menjadi jenis pisang yang banyak diminati di pasar internasional, sehingga untuk meningkatkan volume ekspor pisang Indonesia, jenis pisang yang tepat untuk di budidayakan adalah pisang cavendish. PT.XYZ menjadi salah satu perusahaan yang turut membudidayakan pisang cavendish dengan tujuan ekspor, yang terus melakukan perluasan area perkebunan termasuk di wilayah DAS Sampean Baru, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Perluasan dilakukan dengan sistem kemitraan bersama Pemerintah Kabupatern Bondowoso dan kelompok tani. Namun, belum dilakukan penilaian kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman pisang cavendish. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan  melakukan evaluasi kesesuaian lahan dan rekomendasi perluasan area penanaman di wilayah DAS Sampean Baru. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan membandingkan kondisi parameter kriteria terkini dengan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman pisang cavendish. Parameter input adalah jenis tanah, tutupan lahan, curah hujan, dan topografi yang dianalisis menggunakan  ArcGis 10.3 melibatkan 7 parameter kriteria kesesuaian lahan tanaman pisang cavendish. Hasil menunjukkan DAS Sampean Baru memiliki 2 kelas kesesuaian lahan yaitu S1 (sangat sesuai) sebesar 15.303,99 ha (25,05%) dan S2 (cukup sesuai) 45.789,31 ha (74,95%). Perluasan area budidaya pisang cavendish dapat mengoptimalkan lahan – lahan dengan status S2. Kondisi tersebut memberikan kesimpulan bahwa secara keseluruhan wilayah DAS Sampean Baru sesuai untuk budidaya tanaman pisang cavendishnamun perlu diperhatikan bahwa kondisi kelas S2 memerlukan beberapa upaya penanganan untuk mencegah dampak dari keberadaan faktor pembatas.