Kadar nitrogen yang rendah pada tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah seperti tanah Ultisol, menyebabkan penurunan produksi tanaman jagung. Upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas tanah Ultisol yaitu dengan pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan olah tanah dan pemupukan dalam meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+, CRNH40, ∆NH40 dan KG) dan nitrogen terpanen pada pertanaman jagung akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (2×2) dengan 4 kelompok. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T1 = olah tanah minimum, dan T2 = olah tanah intensif. Faktor kedua dalam penelitian ini adalah pemupukan (P) yaitu P0 = pemupukan setengah dan P1= pemupukan penuh. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+). Perlakuan pemupukan penuh berpengaruh meningkatkan (CRNH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan penuh meningkatkan (∆NH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan (KG). Interaksi antara perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh terhadap parameter Q/I amonium. Parameter Q/I (CRNH40, KTK) berkorelasi nyata positif terhadap N terpanen tanaman jagung. Parameter Q/I (PBCNH4+ dan KG) berkorelasi nyata negatif terhadap N terpanen tanaman jagung.