p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
Nur Afni Afrianti Nur Afni Afrianti
Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No.1, Bandar Lampung 35145

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI BIOCHAR DAN PEMUPUKAN NITROGEN TERHADAP KETERSEDIAAN NPK TANAH PADA PERTANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L.) Rumse Fitriana Sirait; Sarno Sarno; Nur Afni Afrianti; Ainin Niswati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Agrotek Tropika Vol 8, Januari 2020
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.003 KB) | DOI: 10.23960/jat.v8i1.3680

Abstract

Jagung merupakan komoditas pangan kedua yang memiliki permintaan tinggi yang tidak diimbangi dengan produksi yang rendah. Kesuburan tanah yang rendah menyebabkan pengelolaan tanah yang tidak sesuai sehingga perlu dilakukan usaha untuk memperbaiki kesuburan tanah dengan penambahan biochar dan pemupukan N yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk: mempelajari pengaruh biochar terhadap ketersediaan NPK tanah terhadap tanaman jagung manis, mempelajari pengaruh pemupukan N terhadap ketersediaan NPK tanah terhadap tanaman jagung manis, dan mempelajari pengaruh interaksi antara biochar dan pemupukan N terhadap ketersediaan NPK tanah terhadap tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan di Lahan Lapang Terpadu Unila, Bandar Lampung dari Januari sampai September 2017. Penelitian ini dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis biochar  yaitu: 0 ; 2,5 dan 5 t ha-1. Faktor kedua adalah dosis pupuk N yaitu 0 ; 45 ; 90 dan 135 kg N ha-1. Homogenitas ragam data diuji dengan Uji Bartlett dan aditivitas data diuji dengan Uji Tukey. Data diolah dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNJ pada taraf nyata 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar berpengaruh sangat nyata terhadap ketersediaan hara N, P dan K dalam tanah, berpengaruh nyata terhadap kadar C-organik tanah dan tidak berpengaruh nyata terhadap pH tanah, pemupukan N berpengaruh sangat nyata terhadap ketersediaan hara N, P , K dan pH tanah dan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar C-organik tanah, selain itu terdapat interaksi sangat nyata antara pemberian biochar dan pemupukan N  terhadap ketersediaan hara N dan K, namun tidak berinteraksi nyata terhadap kadar P dalam tanah dan dosis optimum pemberian biochar adalah 2,5 t ha-1, sedangkan dosis pupuk N adalah 45 dan 90 kg N ha-1.
PERILAKU PERTUKARAN AMONIUM PADA TANAH ULTISOL DAN NITROGEN TERPANEN PADA TANAMAN JAGUNG AKIBAT PERLAKUAN OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN PADA MUSIM TANAM KE-9 Azzah Alfia; Septi Nurul Aini, Septi Nurul Aini; Nur Afni Afrianti; Supriatin, Supriatin; Astriana Rahmi Setiawati; Jamalam Lumbanraja, Jamalam Lumbanraja
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12042

Abstract

Kadar nitrogen yang rendah pada tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah seperti tanah Ultisol, menyebabkan penurunan produksi tanaman jagung. Upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas tanah Ultisol yaitu dengan pengolahan tanah dan pemupukan yang tepat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan olah tanah dan pemupukan dalam meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+, CRNH40, ∆NH40 dan KG) dan nitrogen terpanen pada pertanaman jagung akibat perlakuan olah tanah dan pemupukan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial (2×2) dengan 4 kelompok. Faktor pertama adalah perlakuan sistem olah tanah (T) yaitu T1 = olah tanah minimum, dan T2 = olah tanah intensif. Faktor kedua dalam penelitian ini adalah pemupukan (P) yaitu P0 = pemupukan setengah dan P1= pemupukan penuh. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan parameter Q/I amonium (PBCNH4+). Perlakuan pemupukan penuh berpengaruh meningkatkan (CRNH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan penuh meningkatkan (∆NH40). Perlakuan olah tanah intensif dan pemupukan setengah meningkatkan (KG). Interaksi antara perlakuan olah tanah minimum dan pemupukan penuh berpengaruh terhadap parameter Q/I amonium. Parameter Q/I (CRNH40, KTK) berkorelasi nyata positif terhadap N terpanen tanaman jagung. Parameter Q/I (PBCNH4+ dan KG) berkorelasi nyata negatif terhadap N terpanen tanaman jagung.
KARAKTERISTIK BEBERAPA SIFAT KIMIA ULTISOL AKIBAT MASA BERA PADA SISTEM OLAH TANAH DAN PEMUPUKAN NITROGEN JANGKA PANJANG (TAHUN TANAM KE-37) zaqyah, irene; Nur Afni Afrianti; Roby Fernandi; Hery Novpriansyah; Sri Yusnaini; Rusdi Evizal; Tandaditya Ariefandra Airlangga; Hafiz Luthfi; Suprianto; Kresna Shifa Usodri
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12044

Abstract

Praktik pengolahan tanah dan pemupukan jangka panjang merupakan bagian kegiatan budidaya tanaman yang mempengaruhi secara langsung kesuburan tanah. Pemilihan tidak tepat metode praktik dapat menyebabkan penurunan kesuburan tanah, akibat penipisan kandungan bahan organik tanah, erosi, atau akibat leaching dan memicu terjadinya degradasi tanah. Masa bera adalah fase istirahat tanah yang bertujuan untuk peningkatan dan pemulihan kesuburan tanah secara alami. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkaji karakteristik beberapa sifat kimia Ultisol akibat masa bera pada sistem olah tanah dan pemupukan nitrogen jangka panjang (tahun tanam ke-37). Tempat pelaksanaan penelitian adalah lahan percobaan tanpa olah tanah jangka panjang Polinela dan Laboratorium Ilmu Tanah FP Unila. Penelitian dirancang dengan RAK 2 faktor dan 4 ulangan yaitu praktik olah tanah jangka panjang (T1 = olah tanah intensif, T2 = olah tanah minimum, dan T3 = tanpa olah tanah) dan pemupukan N jangka panjang (N0 = tanpa pupuk N dan N2 = pemupukan N 200 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa bera mampu meningkatkan pH tanah dan C-organik untuk semua perlakuan. Masa bera meningkatkan KTK tanah pada perlakuan pemupukan N jangka panjang. Praktik olah tanah dan pemupukan N jangka panjang sebagai faktor tunggal memberikan pengaruh signifikan terhadap pH tanah setelah masa bera dengan nilai pH tanah tertinggi pada perlakuan OTI dan pemupukan N jangka panjang.
PENGARUH APLIKASI ASAM HUMAT DAN DOSIS PUPUK P TERHADAP P TERSEDIA TANAH DAN P TERPANEN TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogea L.) PADA TANAH ULTISOL Ragil Saputra; Kuswanta Futas Hidayat; Nur Afni Afrianti; Sri Yusnaini
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12064

Abstract

Permintaan kacang tanah terus meningkat, namun produksinya mengalami penurunan. Lahan yang memiliki tingkat kesuburan tanah rendah menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan produksi kacang tanah.Tanah Ultisol merupakan tanah yang memiliki ketersediaan P yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan P pada tanah Ultisol adalah dengan penambahan asam humat sebagai bahan pembenah tanah serta pemupukan P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi asam humat dan pupuk P serta interaksi antar keduanya terhadap P tersedia tanah dan P terpanen tanaman kacang tanah pada tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan polibag dan merupakan merupakan penelitian lapang. Penelitian ini menggunakan rancanganperlakuan pola faktorial 2x5 dalam Rancangan Acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan sebagai kelompok. Faktor pertama merupakan pemberian asam humat dengan 2 taraf yaitu tanpa asam humat (H0) dan dengan asam humat (H1) pada dosis 30 kgha-¹ (0,075 g polibag-¹). Faktor kedua adalah dosis pupuk P yang terdiri dari 5 taraf yaitu: 0 kg ha-¹ (P0),50 kg ha-¹ (P1), 100 kg ha-¹ (P2), 150 kg ha-¹ (P3), 200 kg ha-¹ (P4).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (1) Aplikasi asam humat dapat meningkatkan Ptersedia tanah secara kuadratik dan P terpanen tanaman brangkasan kacang tanah secara linier.(2) Aplikasi pupuk P dapatmeningkatkan P tersedia tanah dan P terpanen tanaman kacang tanah secara linier.(3) Terdapat pengaruh interaksi secara linier antara aplikasi asam humat dan dosis pupuk P tertinggi pada dosis 200 kg ha-1 terhadap P tersedia tanah.