Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Participatory Community Empowerment dalam Keberlanjutan Program Kampung Kempling di RW 02 Lamper Krajan, Semarang Dewi, Restu Ayu Eka Pustik; Mujahidin, Tofik; Mustika, Pungky Anggraeni; Durmaningrum, Oktavi Kurnia; Kumalasari, Ria Cahyani; Viratunima, Viratunima; Arsyati, Asri Masitha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan perkotaan, khususnya pengelolaan sampah dan keterbatasan ruang hijau, masih menjadi tantangan di wilayah RW 02 Lamper Krajan, Kota Semarang, yang memiliki risiko banjir musiman. Program Kampung Kempling (Kembali Peduli Lingkungan) dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pengelolaan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta inovasi produk kesehatan berbasis TOGA. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat partisipatif dengan pendekatan pra–pasca intervensi (pretest–posttest), melibatkan 35 warga yang terdiri dari remaja, dewasa, dan lansia. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 melalui pembinaan, pelatihan, dan pendampingan rutin. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan capaian masyarakat secara signifikan berdasarkan uji Wilcoxon (p < 0,05), yang ditunjukkan oleh dominasi skor posttest pada kategori baik. Program ini tidak hanya meningkatkan capaian kuantitatif, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ketahanan lingkungan, partisipasi sosial, dan peluang ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan demikian, Program Kampung Kempling penting sebagai model pemberdayaan masyarakat perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Sociodemographic Factors Related to HIV Knowledge Among People in East Java Nuraidah, Lutfi Fajar; Afif, Malik; Mustika, Pungky Anggraeni; F, Yusnita Nur
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV prevention programs in Indonesia continue to be implemented, but public knowledge about HIV remains uneven. Understanding the factors that influence knowledge about HIV is crucial for designing effective education and prevention strategies.  This study aims to analyze the relationship between gender, age, and education level with knowledge about HIV among people in East Java. A cross-sectional quantitative study was conducted involving 5,284 respondents. Data were collected through an online survey using a structured questionnaire that was disseminated via social media platforms and networks of health facilities. HIV knowledge was assessed using a set of structured questions designed to measure respondents’ understanding of HIV transmission and prevention. Bivariate and multivariate logistic regression analyses were used to assess the relationship between sociodemographic variables and knowledge about HIV. Educational level was the strongest predictor of HIV knowledge. Respondents with higher education were more than 18 times more likely to have high HIV knowledge compared to those without formal education (OR = 18.537, p = 0.006). Women were significantly less likely than men to have high HIV knowledge(OR = 0.663, p < 0.001). Participants aged 12–25 years were significantly less likely to report HIV prevention behaviour compared with those aged >60 years (OR = 0.640, p = 0.031). Sociodemographic factors significantly influence HIV knowledge in East Java. Strengthening school-based and community-level HIV education is crucial to reducing knowledge gaps and supporting prevention efforts.