Zien Najwa Nailul Haya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Durasi Kembalinya Kesuburan Setelah Penggunaan Kontrasepsi DMPA Zien Najwa Nailul Haya; Efriyan Imantika; Terza Aflika Happy; Rodiani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1013

Abstract

Pendahuluan: Pengendalian kelahiran merupakan pilar penting kesehatan reproduksi karena membantu pasangan mengatur jumlah dan jarak kelahiran, menurunkan kehamilan tidak direncanakan, serta menekan morbiditas dan mortalitas maternal. Masyarakat sering memilih kontrasepsi suntik, khususnya DMPA karena efektivitasnya tinggi dan tidak memerlukan kepatuhan konsumsi harian, dan dapat digunakan oleh ibu menyusui karena tidak mengandung estrogen. Di balik efektivitasnya, metode hormonal memiliki konsekuensi terhadap sistem reproduksi. DMPA bekerja menekan sekresi gonadotropin sehingga ovulasi terhenti selama masa pemakaian, dan karena bersifat depot, sisa hormon dapat bertahan lebih lama setelah suntikan terakhir. Metode: Kajian dilakukan melalui pendekatan Literature Review dengan pencarian artikel pada basis data Scopus, PubMed, dan Google Scholar. Pembahasan: Dari hasil telaah diperoleh delapan artikel yang relevan. Analisis menunjukkan bahwa DMPA menyebabkan keterlambatan kembalinya kesuburan karena adanya penekanan aktivitas hormon gonadotropin yang menghambat ovulasi. Rata-rata durasi kembalinya kesuburan berkisar antara 6 hingga 18 bulan, dengan pemulihan yang lebih lambat pada wanita dengan usia reproduktif lanjut dan durasi penggunaan lebih dari dua tahun. Simpulan: Secara keseluruhan, keterlambatan kesuburan akibat DMPA bersifat reversibel dan fisiologis, dengan pemulihan normal dalam waktu 1 hingga 1,5 tahun setelah suntikan terakhir.