Dianasari, Chelci
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENDIDIK TK ANUGERAH DALAM IMPLEMENTASI LABORATORIUM EDUKASI BERBASIS BKEARIFAN LOKAL MADURA Ariyanto, Fajar Luqman; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Rais, M. Amien; Anggraeny, Inggrit; Guivara, Alvira Eka Rahel; Oktaviyana, Putri Cahya; Dianasari, Chelci
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37013

Abstract

Abstrak: Pendampingan pendidik TK Anugerah dalam implementasi laboratorium edukasi berkerarifan lokal Madura dilaksanakan sebagai bentuk upaya pengabdian untuk meningkatkan kompetensi Pendidik PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, berkualitas dan terintegrasi pada kearifan lokal Madura. Sesuai kondisi lapangan, pendidik di TK Anugerah masih cenderung menggunakan pembelajaran dengan model konvensional seperti teacher-centered learning (pembelajaran berpusat pada guru) dan masih kurangnya inovasi pendidik dalam pemanfaatkan kearifan lokal dalam implementasi pembelajaran. Melalui kegiatan pengabdian ini pendidik diberi pelatihan, arahan, dan contoh praktik langsung tentang bagaimana mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan laboratorium edukasi melalui pendekatan saintifik learning dan muatan materi potensi lokal Madura. Materi utama yang diberikan di laboratorium edukasi adalah pembuatan sabun dari ektrak daun siri dan sereh, handsanitazer dari daun pandan, dan aroma terapi dengan kombinasi kopi mimba. Dari pendampingan ini, pendidik mampu menyusun modul pembelajaran dengan materi inti pembuatan sabun, handsanitazer, dan aroma terapi. Kedua pendidik dapan menyusun kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik learning mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan. Dampak kegiatan ini bermanfaat bagi pendidik untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih bermakna, berkualitas menyenangkan, dan mendukung program dinas pendidikan Bangkalan dalam mewujudkan satu sekolah satu inovasi di PAUD Bangkalan.Abstract:. The mentoring program for educators at TK Anugerah in implementing a local wisdom based educational laboratory rooted in Madurese culture was conducted as a form of community service aimed at enhancing the competencies of early childhood educators in creating learning experiences that are more contextual, meaningful, high-quality, and integrated with Madurese local wisdom. Based on field conditions, educators at TK Anugerah still tend to apply conventional learning models such as teacher-centered learning, with limited innovation in utilizing local cultural potential in instructional practices. Through this community service activity, educators were provided with training, guidance, and hands-on practice on managing learning activities by utilizing an educational laboratory through a scientific learning approach and incorporating learning content derived from Madurese local resources. The main materials implemented in the educational laboratory included the production of soap made from betel leaf and lemongrass extracts, hand sanitizer derived from pandan leaves, and aromatherapy products using a combination of coffee and neem. As a result of this mentoring program, educators were able to develop learning modules with core materials focused on the production of soap, hand sanitizer, and aromatherapy. Both educators were also able to design learning activities using the scientific learning approach, encompassing stages of observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating. The impact of this program benefits educators in realizing learning that is more meaningful, high-quality, and enjoyable, while also supporting the Bangkalan Education Office program in achieving the “one school, one innovation” initiative for early childhood education institutions in Bangkalan.
Field Implementation of a Local Wisdom-Based Practicum Module for Character Education in Early Childhood Learnin Cahya Oktaviyana, Putri; Luqman Tri Ariyanto, Fajar; Bagus Rendy Astid Putera, Dwi; Eka Rahel Guivara, Alvira; Anggraeny, Inggrid; Dianasari, Chelci; Nizam, Zein
Journal of Comunity Service in Early Childhood Education Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Comunity Service in Early Childhood Education
Publisher : CV Berkah Syahdin Trust

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64840/jcosece.v1i2.48

Abstract

Background: The integration of character education, particularly environmental stewardship, in early childhood education is often constrained by conventional teaching approaches that limit experiential learning opportunities. Aims: This community service program aims to implement a local wisdom-based practicum module to enhance environmental character development in early childhood learning. Methods: This community service program employed the Participatory Action Research (PAR) approach, involving collaborative processes between researchers and teachers through four stages: planning, action, observation, and reflection. The program began with a needs analysis and joint module design, followed by implementation through hands-on activities, while data were collected through observation and interviews and analyzed descriptively to evaluate program effectiveness. Result: The community service results indicate a significant increase in children’s engagement and enthusiasm in practice-based learning, along with the development of pro-social and environmental behaviors such as cooperation, cleanliness awareness, and scientific curiosity. In addition, teachers’ capacity as partners improved in understanding and implementing the local wisdom-based practicum module. Approximately 90% of participants showed positive responses, and the resulting practicum module was considered practical, applicable, and has potential for sustainable use and replication. Conclusion: The implementation of a local wisdom-based practicum module through a community service program effectively enhances children’s environmental character and supports experiential learning in early childhood education. It also strengthens teachers’ capacity in applying innovative and contextually relevant instructional approaches. Therefore, this program offers a practical, sustainable, and replicable model for integrating character education in early childhood settings.
A Implementasi Kegiatan Laboratorium Edukasi Pembuatan Sabun Cuci Tangan dan Hand Sanitizer Dalam Meningkatkan Phbs Anak TK Anugerah Kamal ariyanto, fajar luqman; Dianasari, Chelci; Rendy Astid Putra, Dwi Bagus
WISDOM: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/wisdom.v6i2.13708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan laboratorium edukasi pembuatan sabun cuci tangan dan hand sanitizer dalam meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak usia 5–6 tahun di TK Anugerah Kamal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri dari 17 anak kelompok B2 yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest serta lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata PHBS dari 51,59 pada pretest menjadi 76,59 pada posttest. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini juga didukung oleh observasi yang menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, kemandirian, serta kebiasaan mencuci tangan yang lebih baik pada anak. Dengan demikian, kegiatan laboratorium edukasi berbasis experiential learning efektif dalam meningkatkan PHBS anak usia dini melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman langsung