Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI SISWA BERDASARKAN GAYA BELAJAR VAK MATERI SUHU DAN KALOR Chori'ah, Siti Mariatul; Hadi, Wiwin Puspita; Wulandari, Ana Yuniasti Retno; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Sutarja, Maria Chandra
Natural Science Education Research Vol 6, No 2 (2023): Natural Science Education Research
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nser.v6i2.21018

Abstract

Multi-representational ability is an important skill for students to have. This study aims to determine students' multi-representational abilities in terms of VAK learning styles on temperature and heat material. This is a mixed-methods research with a sequential explanatory design. This research was conducted at MTs Negeri Bangkalan with a purposive sampling technique. The samples used were from classes VII A and VII B, totaling 45 students. Data collection were carried out by providing VAK learning style questionnaire instruments, multi-representation ability tests, and interview guidelines. Based on the results of the study, it can be concluded that: (1) there are 18 students who have a visual learning style; 14 students have an auditory learning style; and 13 students have a kinesthetic learning style. (2) students' multi-representation abilities based on the VAK learning style are in the medium category. (3) visual students are dominant in verbal representation, kinesthetic students are dominant in symbolic representation, and in visual representation the three learning styles have an average that is not too far away. Students' multi-representational abilities are influenced by differences in student learning styles related to differences in students' understanding of concepts
Validitas Instrumen Soal Literasi Sains pada Konteks Batik Madura Materi Unsur, Senyawa, dan Campuran Darmawati, Vita Dwi; Wulandari, Ana Yuniasti Retno; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Sulastri, Endang
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2284

Abstract

Mengukur literasi sains penting dilakukan untuk menilai pencapaian peserta didik terhadap pemahaman konsep sains yang dipelajarinya. Tingkat literasi sains peserta didik Indonesia berdasarkan hasil skor PISA 2022 mengindikasikan masih rendah. Pengintegrasikan kearifan lokal, seperti batik Madura ke dalam instrumen soal literasi sains merupakan langkah tepat menangani permasalahan tersebut. Aspek literasi sains yang diukur adalah kompetesi, mencakup indikator menjelaskan fenomena ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan imiah, serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Salah satu materi IPA yang cukup sulit bagi peserta didik adalah unsur, senyawa, dan campuran. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan produk instrumen soal literasi sains pada konteks batik Madura materi unsur, senyawa, dan campuran yang valid serta mengetahui respons peserta didik pada produk yang dikembangkan. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan ADDIE, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Namun, penelitian ini tidak melalui tahap implementasi. Instrumen soal divalidasi oleh ahli materi, yaitu dua dosen IPA dan dua guru IPA, kemudian produk diujicobakan. Hasil rata-rata validasi dengan rumus Aiken's V adalah 0,87 yang menunjukkan instrumen termasuk dalam kriteria valid. Angket respons peserta didik pada uji coba one to one memperoleh hasil 84% kriteria sangat baik, sedangkan pada uji coba small group memperoleh hasil 80% kriteria sangat baik. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian dilengkapi dengan tahap implementasi dalam pembelajaran di kelas, sehingga benar-benar terbukti dapat mengukur tingkat literasi sains peserta didik.
Validitas Instrumen Soal Literasi Sains pada Konteks Batik Madura Materi Unsur, Senyawa, dan Campuran Darmawati, Vita Dwi; Wulandari, Ana Yuniasti Retno; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Sulastri, Endang
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i1.2284

Abstract

Mengukur literasi sains penting dilakukan untuk menilai pencapaian peserta didik terhadap pemahaman konsep sains yang dipelajarinya. Tingkat literasi sains peserta didik Indonesia berdasarkan hasil skor PISA 2022 mengindikasikan masih rendah. Pengintegrasikan kearifan lokal, seperti batik Madura ke dalam instrumen soal literasi sains merupakan langkah tepat menangani permasalahan tersebut. Aspek literasi sains yang diukur adalah kompetesi, mencakup indikator menjelaskan fenomena ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan imiah, serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Salah satu materi IPA yang cukup sulit bagi peserta didik adalah unsur, senyawa, dan campuran. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan produk instrumen soal literasi sains pada konteks batik Madura materi unsur, senyawa, dan campuran yang valid serta mengetahui respons peserta didik pada produk yang dikembangkan. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan ADDIE, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Namun, penelitian ini tidak melalui tahap implementasi. Instrumen soal divalidasi oleh ahli materi, yaitu dua dosen IPA dan dua guru IPA, kemudian produk diujicobakan. Hasil rata-rata validasi dengan rumus Aiken's V adalah 0,87 yang menunjukkan instrumen termasuk dalam kriteria valid. Angket respons peserta didik pada uji coba one to one memperoleh hasil 84% kriteria sangat baik, sedangkan pada uji coba small group memperoleh hasil 80% kriteria sangat baik. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah penelitian dilengkapi dengan tahap implementasi dalam pembelajaran di kelas, sehingga benar-benar terbukti dapat mengukur tingkat literasi sains peserta didik.
PENGEMBANGAN E-BOOKLET TEMA JAJANAN JUMBREK BERBASIS ETNOSAINS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS Stabita, Sabrina Jihan; Rakhmawan, Aditya; Wahyuni, Eva Ari; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Mu'aziyah, Siti Eneng Sururiyatul
Natural Science Education Research Vol 8, No 3 (2025): Natural Science Education Research
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nser.v8i3.31093

Abstract

This study aims to determine the validity of the e-booklet jumbrek snacks ethnoscience-based, readability, response, and improvement of students' scientific literacy. This type of research is Research n Development (RnD) using the ADDIE model. Sampling using purposive sampling technique. The subjects of the study were 36 students of class VIII A of SMPN 1 Kalitengah, Lamongan Regency at the implementation stage. The results show that: (1) the e-booklet has a very high validity, with media validity of 93.75% and material validity of 86.81%; (2) the readability score is 89.51%, categorized as very good; (3) students’ responses reach 89.61%, also categorized as very good; and (4) the e-booklet improves science literacy, with an average N-Gain of 0.66, categorized as moderate. It can be concluded that the ethnoscience-based e-booklet on jumbrek snacks is very valid, easy to understand, well-received by students, and effective in improving science literacy.
PENDAMPINGAN PENDIDIK TK ANUGERAH DALAM IMPLEMENTASI LABORATORIUM EDUKASI BERBASIS BKEARIFAN LOKAL MADURA Ariyanto, Fajar Luqman; Putra, Dwi Bagus Rendy Astid; Rais, M. Amien; Anggraeny, Inggrit; Guivara, Alvira Eka Rahel; Oktaviyana, Putri Cahya; Dianasari, Chelci
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37013

Abstract

Abstrak: Pendampingan pendidik TK Anugerah dalam implementasi laboratorium edukasi berkerarifan lokal Madura dilaksanakan sebagai bentuk upaya pengabdian untuk meningkatkan kompetensi Pendidik PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, berkualitas dan terintegrasi pada kearifan lokal Madura. Sesuai kondisi lapangan, pendidik di TK Anugerah masih cenderung menggunakan pembelajaran dengan model konvensional seperti teacher-centered learning (pembelajaran berpusat pada guru) dan masih kurangnya inovasi pendidik dalam pemanfaatkan kearifan lokal dalam implementasi pembelajaran. Melalui kegiatan pengabdian ini pendidik diberi pelatihan, arahan, dan contoh praktik langsung tentang bagaimana mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan laboratorium edukasi melalui pendekatan saintifik learning dan muatan materi potensi lokal Madura. Materi utama yang diberikan di laboratorium edukasi adalah pembuatan sabun dari ektrak daun siri dan sereh, handsanitazer dari daun pandan, dan aroma terapi dengan kombinasi kopi mimba. Dari pendampingan ini, pendidik mampu menyusun modul pembelajaran dengan materi inti pembuatan sabun, handsanitazer, dan aroma terapi. Kedua pendidik dapan menyusun kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik learning mulai dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan. Dampak kegiatan ini bermanfaat bagi pendidik untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih bermakna, berkualitas menyenangkan, dan mendukung program dinas pendidikan Bangkalan dalam mewujudkan satu sekolah satu inovasi di PAUD Bangkalan.Abstract:. The mentoring program for educators at TK Anugerah in implementing a local wisdom based educational laboratory rooted in Madurese culture was conducted as a form of community service aimed at enhancing the competencies of early childhood educators in creating learning experiences that are more contextual, meaningful, high-quality, and integrated with Madurese local wisdom. Based on field conditions, educators at TK Anugerah still tend to apply conventional learning models such as teacher-centered learning, with limited innovation in utilizing local cultural potential in instructional practices. Through this community service activity, educators were provided with training, guidance, and hands-on practice on managing learning activities by utilizing an educational laboratory through a scientific learning approach and incorporating learning content derived from Madurese local resources. The main materials implemented in the educational laboratory included the production of soap made from betel leaf and lemongrass extracts, hand sanitizer derived from pandan leaves, and aromatherapy products using a combination of coffee and neem. As a result of this mentoring program, educators were able to develop learning modules with core materials focused on the production of soap, hand sanitizer, and aromatherapy. Both educators were also able to design learning activities using the scientific learning approach, encompassing stages of observing, questioning, collecting information, reasoning, and communicating. The impact of this program benefits educators in realizing learning that is more meaningful, high-quality, and enjoyable, while also supporting the Bangkalan Education Office program in achieving the “one school, one innovation” initiative for early childhood education institutions in Bangkalan.