Cadel merupakan salah satu bentuk gangguan berbahasa yang ditandai oleh ketidaksempurnaan dalam pelafalan bunyi tertentu, khususnya fonem /r/. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena gangguan pelafalan bunyi /r/ yang umum terjadi pada sebagian remaja, namun sering kali diabaikan atau dianggap hanya sebagai masalah sepele. Padahal, gangguan tersebut dapat berdampak terhadap kepercayaan diri, interaksi sosial, hingga perkembangan kemampuan berbahasa secara umum. Subjek penelitian adalah remaja berusia 15 tahun yang mengalami kesulitan mengucapkan fonem tertentu, terutama bunyi “R” pada tiap posisi suku kata. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan rekaman suara. Analisis psikolinguistik difokuskan pada keterkaitan antara aspek kognitif (pemrosesan bunyi dan mekanisme artikulasi) dengan faktor eksternal (lingkungan keluarga, interaksi sosial) serta faktor internal (kondisi bawaan sejak bayi). Temuan ini mengindikasikan bahwa gangguan tersebut dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan berbicara di depan umum serta faktor lingkungan, misalnya kurangnya stimulasi fonetik pada masa kanak-kanak. manfaat penelitian ini terhadap ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan yaitu merancang strategi inklusif pembelajaran dan responsif pada peserta didik dengan gangguan berbahasa. Hasil temuan ini juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan program intervensi dini dan kolaborasi antara guru, orang tua, serta ahli terapi wicara dalam mendukung perkembangan bahasa remaja secara optimal.