Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui karakteristik ayat Makkiyah dan Madaniyah., 2) Mengetahui hikmah pembagian wahyu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan elemen kuantitatif, mengadopsi metodologi tafsir kontekstual (tafsir maudhu'i) yang dikembangkan oleh ulama modern seperti Muhammad Husayn Thabathaba'i, yang menekankan analisis ayat dalam kerangka historis dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik ayat Makkiyah dan Madaniyah sangat berbeda sesuai waktu dan tempat wahyu diturunkan. Ayat Makkiyah diturunkan sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW di Mekkah; lebih pendek, padat, bersifat puitis dengan fokus pada keimanan, tauhid, serta ajaran universal. Sedangkan ayat Madaniyah turun setelah hijrah di Madinah, cenderung lebih panjang, prosaik, berisi regulasi sosial, hukum syariat, dan tata kehidupan masyarakat Islam yang sudah terbentuk. Perbedaan ini menunjukkan peran ayat Makkiyah sebagai fondasi keimanan dan ayat Madaniyah sebagai pengatur kehidupan sosial umat. Hikmah pembagian wahyu ini adalah menyediakan kerangka berpikir bertahap dan sistematis dalam memahami Al-Qur’an agar tafsir tetap kontekstual dan aplikatif. Wahyu Makkiyah membangun pondasi keimanan, sedangkan wahyu Madaniyah mengatur tata sosial dan hukum demi terciptanya keadilan dan harmoni. Pembagian ini juga membantu menghindari kekeliruan penafsiran serta mendukung integrasi teknologi digital dalam analisis Al-Qur’an untuk pendidikan agama yang lebih relevan dan dialog antaragama yang bertanggung jawab. Penelitian ini penting dilakukan berdasarkan hasil literature, maka studi komparatif ayat Makkiyah-Madaniyah penting dilakukan untuk penafsiran yang akurat, tetapi penelitian lanjutan diperlukan untuk mengatasi tantangan interpretasi modern. Penelitian ini membangun atas temuan ini dengan analisis mendalam dan implikasi praktis.