Ardhiyanto, Restu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Upaya Menekan Resistensi Bakteri Ditilik dari Kajian Pemeriksaan Molekuler di Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo Dewangga, Vector Stephen; Sitohang, Dahlan; Ardhiyanto, Restu; Rohman, Dzaki Nur; Agata, Via Maya; Nuraini, Riyana Putri; Wahyuningsih, Putri Susilowati; Putri, Rachma Aulia; Abriani, Nurul Gilang; Kusdhiarningsih, Betty
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.82

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar di Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan minyak jelantah berulang terhadap kesehatan serta dampaknya terhadap lingkungan, sekaligus memberikan pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk sabun cuci tangan (handwash) sebagai upaya menekan tren resistensi bakteri di masyarakat. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi pembuatan sabun tangan dari minyak jelantah, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Peserta kegiatan terdiri atas 20 kader PKK Desa Gedongan dengan tingkat kehadiran sebesar 80% (16 peserta). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest, serta tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan praktik pembuatan sabun. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Produk sabun yang dihasilkan, bernama “Mijel Soap”, menjadi inovasi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah jelantah, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pengendalian resistensi bakteri di tingkat komunitas.