Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Terapi Akupunktur dalam Menurunkan Skala Nyeri pada Penderita Dismenore Primer Dwi Nismadiyah Puspitasari; Amal Prihatono; Puspo Wardoyo; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2896

Abstract

Dismenore primer merupakan keluhan menstruasi yang umum dialami remaja dan perempuan usia produktif serta dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi akupunktur dalam menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Praktik Akupunktur Mandiri di Bekasi pada April–Mei 2024. Data dikumpulkan menggunakan lembar data klien melalui pemeriksaan akupunktur komprehensif, meliputi observasi, wawancara, palpasi, pemeriksaan lidah dan nadi, dilanjutkan penegakan sindrom serta pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan pada fase pra-menstruasi dan dievaluasi secara berurutan. Hasil menunjukkan perbaikan klinis berupa penurunan nyeri haid, membaiknya kualitas tidur, serta meningkatnya kemampuan aktivitas. Skala nyeri menurun dari NRS 8 pada siklus sebelumnya menjadi NRS 5 pada siklus berikutnya, sehingga partisipan tetap dapat beraktivitas sepanjang hari. Kesimpulannya, terapi akupunktur berpotensi menjadi pendekatan nonfarmakologis yang bermanfaat dalam menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer pada kasus yang dilaporkan.
Peran Akupunktur dalam Mengatasi Mual pada Klien Tuberkulosis Melina Solihin; Mayang Wulandari; Chantika Mahadini; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2901

Abstract

Mual merupakan efek samping yang sering muncul pada pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan anti-tuberkulosis (OAT) dan dapat menurunkan toleransi serta kepatuhan terapi. Pendekatan komplementer seperti akupunktur berpotensi berperan sebagai terapi adjuvan untuk mengatasi keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran asuhan akupunktur dalam mengurangi mual pada klien tuberkulosis yang menjalani terapi OAT berdasarkan perspektif Chinese Medicine. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan satu partisipan yang menjalani 12 sesi akupunktur selama enam minggu. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan klinis CM (empat cara pemeriksaan), observasi tanda objektif seperti lidah, nadi, dan nyeri tekan titik diagnostik, serta wawancara subjektif setiap sesi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan hierarki patologis Biao–Ben. Hasil penelitian menunjukkan penurunan bermakna pada durasi dan intensitas mual, perbaikan fungsi Shen, serta peningkatan fungsi organ paru dan limpa-lambung secara bertahap. Namun, tanda-tanda defisiensi kronis terdalam, khususnya defisiensi Yin ginjal dan kelemahan Qi limpa, relatif menetap hingga akhir terapi. Berdasarkan temuan tersebut, akupunktur disarankan untuk dilanjutkan sebagai terapi adjuvan dengan fokus lanjutan pada tonifikasi konstitusional guna mendukung pemulihan jangka panjang.
Studi Kasus: Efektivitas Asuhan Akupunktur pada Pasien Nyeri Pinggang (Yaotong) Dino Leo; Mayang Wulandari; Ikhwan Abdullah; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2902

Abstract

Nyeri punggung bawah atau low back pain merupakan gangguan muskuloskeletal dengan prevalensi tinggi dan dampak signifikan terhadap fungsi serta produktivitas. Dalam perspektif Chinese Medicine, kondisi ini dikenal sebagai Yaotong yang berkaitan dengan hambatan aliran Qi dan Xue pada meridian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara komprehensif manfaat asuhan akupunktur pada penderita Yaotong di Klinik DNL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu partisipan perempuan berusia 33 tahun selama enam minggu (enam sesi terapi). Data dikumpulkan melalui Empat Cara Pemeriksaan akupunktur, telaah rekam medis, serta dokumentasi longitudinal tiap sesi, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi dan komparasi silang antar-sesi. Hasil menunjukkan penurunan bertahap intensitas nyeri sejak sesi kedua, hilangnya penjalaran nyeri pada sesi ketiga, serta tidak ditemukannya keluhan nyeri maupun nyeri tekan pada sesi keenam. Perbaikan juga tampak pada perubahan karakteristik lidah dan nadi, peningkatan kualitas tidur, serta pemulihan kapasitas aktivitas fungsional. Disarankan penelitian lanjutan dengan jumlah partisipan lebih besar untuk memperkuat evidensi klinis asuhan akupunktur pada Yaotong.