Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Manajemen Obesitas dengan Terapi Akupunktur: Studi Kasus Hema Anggi Pangesty; Leny Candra Kurniawan; Amal Prihatono
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2531

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan kronis akibat penumpukan lemak berlebih yang dapat memicu berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Asuhan akupunktur menawarkan pendekatan alternatif yang aman dan efektif dalam menurunkan berat badan melalui regulasi metabolisme dan penguatan fungsi organ. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh asuhan akupunktur pada kasus obesitas di Klinik Nature Be Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif studi kasus pada satu partisipan perempuan berusia 43 tahun dengan diagnosis sindrom Defisiensi Qi Limpa. Terapi dilakukan sebanyak enam kali sesi menggunakan jarum filiform pada titik utama BL-20, BL-21, ST-36, CV-6, CV-4, dan SP-6. Data dikumpulkan melalui empat cara pemeriksaan (Wang, Wen, Wen, Qie) dan diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan berat badan dari 95 kg menjadi 78 kg serta penyusutan lingkar perut dari 128 cm menjadi 97 cm. Kondisi lidah membaik menjadi merah muda normal tanpa tapak gigi, yang menandakan pulihnya fungsi transformasi dan transportasi Limpa dalam mengelola cairan serta lemak tubuh. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian dengan lingkup lebih luas atau menggunakan metode kontrol untuk menguji efektivitas akupunktur pada kasus obesitas secara lebih mendalam.
Asuhan Akupunktur Pada Penderita Batuk Pasca-Stroke: Studi Kasus Feby Efendi; Leny Candra Kurniawan; Mayang Wulandari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2532

Abstract

ABSTRAK Batuk pasca-stroke merupakan komplikasi umum akibat disfagia yang meningkatkan risiko aspirasi dan menurunkan kualitas hidup pasien. Terapi akupunktur dipandang sebagai alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif dalam menangani kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita batuk pasca-stroke. Desain penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif terhadap satu partisipan laki-laki berusia 68 tahun yang menjalani enam sesi terapi di Rumah Sehat Indah Pandaan selama bulan April 2025. Data dikumpulkan melalui empat metode pemeriksaan akupunktur (Wang, Wen, Wen, Qie) serta dianalisis secara deskriptif. Hasil terapi menunjukkan perbaikan signifikan berupa penurunan frekuensi batuk, dahak menjadi jernih dan sedikit, hilangnya sesak napas, serta peningkatan kualitas tidur. Diagnosis akupunktur yang ditegakkan adalah Sindrom Dahak Panas pada Paru dan Ginjal tidak menangkap Qi Paru. Partisipan disarankan untuk menjaga gaya hidup sehat, termasuk rutin berolahraga, tidak merokok, dan mengelola stres untuk mempertahankan kondisi kesehatan.
Penatalaksanaan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Melalui Asuhan Akupunktur: Studi Kasus Munischa; Chantika Mahadini; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2534

Abstract

Refluks gastroesofagus merupakan gangguan saluran cerna atas yang prevalensinya terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup, sementara penggunaan terapi farmakologis jangka panjang memiliki potensi efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita refluks gastroesofagus di Rumah Sehat Al-Izzah Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu partisipan perempuan berusia 26 tahun yang menjalani enam sesi terapi akupunktur selama periode Mei 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi berdasarkan empat metode pemeriksaan akupunktur, yaitu Wang, Wen, Wun, dan Qie, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Diagnosis akupunktur yang ditegakkan adalah refluks gastroesofagus dengan sindrom ketidakharmonisan Hati–Limpa disertai defisiensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan kondisi klinis setelah enam sesi terapi, yang ditandai dengan hilangnya keluhan perut kembung dan nyeri ulu hati, membaiknya nafsu makan, serta teratasinya gejala penyerta berupa mual, sendawa, rasa dingin, gangguan tidur, dan pandangan kabur, disertai perubahan tanda objektif pada lidah dan nadi. Berdasarkan temuan tersebut, asuhan akupunktur disarankan sebagai terapi komplementer yang dapat dipertimbangkan dalam penatalaksanaan refluks gastroesofagus secara holistik.
Efektivitas Asuhan Akupunktur dalam Menurunkan Intensitas Nyeri Kepala: Studi Kasus Siti Permas; Ikhwan Abdullah; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2537

Abstract

Nyeri kepala merupakan keluhan umum yang sering dipengaruhi oleh faktor emosional berkepanjangan, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan fungsi harian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil asuhan akupunktur pada kasus nyeri kepala yang berkaitan dengan faktor emosi di Rumah Sehat Wellagree Bogor. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek yang menerima enam sesi terapi akupunktur. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, termasuk evaluasi titik akupunktur dan karakteristik nadi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan, ditandai dengan hilangnya nyeri kepala, membaiknya kualitas tidur, berkurangnya konstipasi, penurunan ketegangan emosional, serta ekspresi wajah dan refleks gerak yang lebih normal. Titik-titik akupunktur yang sebelumnya nyeri menjadi tidak sensitif, dan karakter nadi tampak lebih harmonis. Temuan ini menegaskan peran akupunktur tidak hanya dalam meredakan nyeri, tetapi juga dalam mendukung regulasi psikoemosional dan keseimbangan tubuh secara holistik. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar praktik akupunktur mempertimbangkan aspek emosional sebagai faktor penting dalam penatalaksanaan nyeri kepala.
Penatalaksanaan Infertilitas melalui Akupunktur dalam Perspektif Chinese Medicine: Studi Kasus Zulli Nuralita; Leny Candra Kurniawan; Mayang Wulandari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2540

Abstract

Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang kompleks dan sering berkaitan dengan gangguan keseimbangan internal tubuh, termasuk dalam perspektif Chinese Medicine. Salah satu sindrom yang berperan adalah sindrom dingin di rahim yang dapat menghambat fungsi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil asuhan akupunktur pada kasus infertilitas sekunder dengan sindrom dingin di rahim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu partisipan perempuan usia reproduktif yang menjalani enam sesi terapi akupunktur di Klinik Anugerah Cahaya Ilahi Jakarta Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi berdasarkan empat metode pemeriksaan Chinese Medicine (Wang, Wen, Wen, dan Qie), kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif antara kondisi sebelum dan sesudah terapi. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya kembali menstruasi setelah sesi terapi ke-6, disertai berkurangnya rasa dingin pada tangan dan kaki, penurunan frekuensi buang air kecil, serta perbaikan kualitas tidur dan kondisi emosional. Temuan objektif juga menunjukkan perubahan positif pada pemeriksaan lidah, nadi, dan kondisi otot perut serta pinggang. Berdasarkan hasil tersebut, akupunktur disarankan sebagai pendekatan komplementer dalam penanganan infertilitas dengan latar belakang sindrom dingin di rahim.