Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan proses masuk dan berkembangnya Gereja Katolik di Sendang Mulya Sari 1974-2023 dan identitas Gereja Katolik pada Masyarakat Bali di Sendang Mulya Sari. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan kerja sebagai berikut: pertama, heuristik, kedua, kritik sumber, ketiga, interpretasi sumber, keempat, historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masuknya Gereja Katolik di Sendang Mulya Sari dipengaruhi oleh kedatangan transmigrasi Banpres Bali pada masa Pemerintahan Orde Baru. Tepatnya pada tanggal 21 Juli 1974, para perintis Gereja Katolik ini sampai di Unaaha. Perjalanan hidup para perintis Gereja Katolik ini tidak terlaksana dengan baik terlebih lagi dengan status mereka sebagai transmigran Banpres banyak kesulitan yang dihadapi salah satunya tempat beribadah yang tidak disediakan oleh pemerintah saat itu. Karena tidak disediakan rumah ibadah oleh pemerintah, maka Umat Katolik meminjam gedung Gereja jemaat Sion Unaaha untuk merayakan Ekaristi. Namun, hal itu hanya berlangsung selama tiga bulan saja karena umat mulai membuat gereja darurat dengan ukuran 6x4 meter yang digunakan selama 1 tahun. (2) Identitas Gereja yang tercermin dalam kehidupan umat dapat terlihat dari masih digunakannya budaya Bali dalam gereja ini, seperti penggunaan arsitektur Bali dalam bangunan gereja, tabernakel, altar, tatakan patung serta setengah lingkaran di atas altar, juga kegiatan ngayah yang dilakukan saat menjelang hari-hari besar gereja, penggunaan Bahasa Bali dan pakaian adat Bali dalam liturgi Gereja, terbentuknya komunitas Suko Duko, tradisi ngejot yang masih dilakukan oleh umat menjelang hari raya, kesenian-kesenian Bali yang masih dipentaskan dan pengadaan pecalang di Gereja Katolik. Selain identitas budaya terdapat pula identitas gereja seperti penggunaan nama Santo/Santa pada anak, penggunaan alat musik organis untuk mengiringi lagu dan penggunaan bahasa Latin pada lagu-lagu dalam liturgi. Identitas gereja dan budaya ini saling berpadu satu sama lain dan dikenal dengan istilah inkulturasi.