Penyakit Feline Infectious Peritonitis (FIP) merupakan penyakit pada kucing yang disebabkan oleh mutasi FCoV (feline corona virus). FIP tipe efusif ditandai dengan asites yang disebabkan oleh hipoalbumin akibat adanya kerusakan pada hepar. Pengobatan FIP saat ini berupa antivirus, tetapi harus diimpor dan mahal. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengkaji aktivitas hepatoprotektif senyawa aktif kombinasi andrographolide dari sambiloto dan glisirizin dari akar manis terhadap histopatologi hepar model mencit FIP. Metode penelitian dilakukan secara ekperimental laboratorium. Mencit diberikan 7 perlakuan, yaitu kelompok kontrol tanpa perlakuan (K1); kelompok induksi parasetamol dengan aquades dosis 0,2 ml/20gBB dan parasetamol dosis 0,052g (K2); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g dengan catbumin dosis 0,2 ml/20gBB (K3); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g dengan ekstrak sambiloto 100mg/KgBB (P1); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g dengan ekstrak sambiloto 150mg/kgBB (P2); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g dengan ekstrak sambiloto 200mg/kgBB (P3); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g dengan ekstrak sambiloto 200 mg/KgBB dan ekstrak akar manis 200 mg/KgBB (P4). Perlakuan diberikan selama 8 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dengan pemberian ekstrak sambiloto dan akar manis dosis 200 mg/KgBB dapat memberikan efek hepatoprotektif berupa pelebaran hepatosit yang lebih sedikit, sitoplasma yang merata, dan distribusi ukuran sel hepatosit yang seragam terhadap gambaran hipatologi hepar.Keywords : Andrographolide; FIP; Glisirizin; Histopatologi; Liver