Utami, Hati Setya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Hepatoprotektif Kombinasi Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata) dan Akar Manis (Glycyrrhiza glabra) pada Model Mencit Feline Infectios Peritonitis (FIP) Efusif Annisa, Syifa; Putri, Yustisia Nur Rafidha Hestomo; Azzahra, Kalya Dija; Rohmah, Dewi Nur; Utami, Hati Setya; Budiariati, Vista
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 3 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Feline Infectious Peritonitis (FIP) merupakan penyakit pada kucing yang disebabkan oleh mutasi FCoV (feline corona virus). FIP tipe efusif ditandai dengan asites yang disebabkan oleh hipoalbumin akibat adanya kerusakan pada hepar. Pengobatan FIP saat ini berupa antivirus, tetapi harus diimpor dan mahal. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengkaji aktivitas hepatoprotektif senyawa aktif kombinasi andrographolide dari sambiloto dan glisirizin dari akar manis terhadap histopatologi hepar model mencit FIP. Metode penelitian dilakukan secara ekperimental laboratorium. Mencit diberikan 7 perlakuan, yaitu kelompok kontrol tanpa perlakuan (K1); kelompok induksi parasetamol dengan aquades dosis 0,2 ml/20gBB dan parasetamol dosis 0,052g (K2); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g  dengan catbumin dosis 0,2 ml/20gBB (K3); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g dengan ekstrak sambiloto 100mg/KgBB (P1); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g dengan ekstrak sambiloto 150mg/kgBB (P2); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g dengan ekstrak sambiloto 200mg/kgBB (P3); kelompok induksi parasetamol dosis 0,052g dengan ekstrak sambiloto 200 mg/KgBB dan ekstrak akar manis 200 mg/KgBB (P4). Perlakuan diberikan selama 8 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan dengan pemberian ekstrak sambiloto dan akar manis dosis 200 mg/KgBB dapat memberikan efek hepatoprotektif berupa pelebaran hepatosit yang lebih sedikit, sitoplasma yang merata, dan distribusi ukuran sel hepatosit yang seragam terhadap gambaran hipatologi hepar.Keywords : Andrographolide; FIP; Glisirizin; Histopatologi; Liver