Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Media Bergambar Melalui Pendekatan Multisensori Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas 1 dengan Gangguan Keterlambatan di SDN Pakis V Surabaya Pratiwi, Desi Eka; Ningrum, Elsa Wahyu
Merdeka Belajar Kampus Merdeka Vol 3 No 1 (2026): Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/fx9mfg80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 SDN Pakis V Surabaya yang mengalami keterlambatan membaca melalui pendekatan multisensori dengan media kartu bergambar. Pendekatan multisensori melibatkan penggunaan berbagai indera seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, dan gerakan secara simultan untuk memperkuat proses belajar dan daya ingat murid. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemimis dan Tanggart yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah murid kelas 1A yang menunjukkan kesulitan dalam mengenal huruf, membaca suku kata, dan memahami kata sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan literasi awal murid, tetapi juga meningkatkan motivasi dan keterlibatan murid dalam proses pembelajran, sehingga membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan metode multisensori sebagai strategi efektif dalam mengatasi keterlambatan membaca pada anak sekolah dasar. This study aims to improve the reading skills of first-grade students of SDN Pakis V Surabaya who experience reading delays through a multisensory approach using picture cards. The multisensory approach involves the simultaneous use of various senses such as sight, hearing, touch, and movement to strengthen students' learning processes and memory. The method used is Classroom Action Research (CAR) with the Kemimis and Tanggart model consisting of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were class 1A students who showed difficulties in recognizing letters, reading syllables, and understanding simple words. The results of the study showed a significant increase in students' early literacy skills, but also increased student motivation and engagement in the learning process, thus making learning more interesting and effective. This study recommends the use of multisensory methods as an effective strategy in overcoming reading delays in elementary school children.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPAS melalui Media Interaktif Wayground di Kelas V-A SDN Pakis V Surabaya Ningrum, Elsa Wahyu; Desiningrum, Noviana; Eka Pratiwi, Desi
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.6134

Abstract

Penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi lima tahapan, yaitu Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran IPAS berbasis media interaktif Wayground yang valid, praktis, dan efektif. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah 36 murid kelas V-A SDN Pakis V Surabaya. Hasil kevalidan perangkat pembelajaran menunjukkan kualitas yang sangat baik berdasarkan penilaian para ahli, dengan persentase ahli media Wayground sebesar 92% (sangat valid), ahli materi 90% (sangat valid), modul ajar 87% (sangat valid), lember evaluasi 89% (sangat valid), serta instrumen dan rubrik penilaian sebesar 80% (valid), sehingga seluruh komponen dinyatakan sangat layak digunakan. Sementara itu, kriteria kepraktisan yang diukur melalui angket respon murid memperoleh hasil sebesar 90,27% (sangat praktis) dan observasi aktivitas murid mencapai total skor 46 (sangat praktis), menandakan perangkat ini mudah dan efisien diterapkan di kelas. Dari segi keefektivan, penggunaan media Wayground berhasil meningkatkan hasil belajar murid kelas V-A secara signifikan, terlihat dari kenaikan rata-rata skor dari pretest sebesar 63,33 menjadi posttest sebesar 89,58, yang diperkuat dengan perolehan indeks N-gain sebesar 0,71 (kategori tinggi). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran IPAS melalui media ineraktif Wayground di SDN Pakis V Surabaya terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar murid.