Praktik vulva hygiene masih sering diabaikan, terutama pada remaja usia sekolah sehingga memicu beberapa gangguan kesehatan seperti keputihan (fluor albus), infeksi saluran reproduksi, radang panggul, hingga berpotensi mempengaruhi kesuburan di masa mendatang. Data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 60–70% remaja putri pernah mengalami keputihan. Hal ini juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, khususnya pada siswa SMPN 10 Kendari. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri belum menerapkan praktik vulva hygiene yang benar, seperti cara membersihkan area genital, penggunaan pakaian dalam yang tepat, serta pola kebiasaan saat menstruasi. Kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi yang diperoleh dari sekolah maupun keluarga turut memperparah kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang vulva hygiene usia 13–14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, khususnya di SMPN 10 Kendari. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan one group pre-test post-test design. Penelitian dilakukan di SMPN 10 Kendari, wilayah kerja Puskesmas Mokoau. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja putri usia 13–14 tahun yang berjumlah 72 orang. Teknik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. Intervensi pendidikan kesehatan diberikan melalui metode ceramah, diskusi, dan media audiovisual. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Kuesioner telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan tentang vulva hygiene. Kategori pengetahuan pretest (baik: 4 orang, cukup: 20 orang, kurang: 48 orang) meningkat pada saat posttest (baik: 6 orang, cukup: 54 orang, kurang: 12 orang). Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0.000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang vulva hygiene. Variabel sikap juga mengalami peningkatan skor, dimana saat pretest (baik: 5 orang, cukup: 43 orang, kurang: 24 orang) meningkat pada saat posttest (baik: 5 orang, cukup: 45 orang, kurang: 22 orang). Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p = 0.013, sehingga pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap sikap remaja putri mengenai vulva hygiene. kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri usia 13–14 tahun tentang vulva hygiene. Terdapat peningkatan skor pengetahuan dan sikap yang signifikan secara statistik setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan.