Ahmad Lutfi Guefara
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Konsep Akhlak, Moral, dan Etika dalam Pendidikan Karakter Mahasiswa di Era Digital Dea Alhidayah; Feni maulana Wijayanti; Arini Mawar Datil Janah; Ahmad Lutfi Guefara
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi konsep akhlak, moral, dan etika dalam pendidikan karakter mahasiswa di era digital. Era digital menuntut mahasiswa tidak hanya memiliki kecakapan teknologi, tetapi juga integritas moral, akhlak, dan tanggung jawab etis dalam interaksi sosial dan akademik, termasuk penggunaan media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dari jurnal, artikel akademik, serta penelitian terdahulu yang relevan terkait pendidikan karakter dan etika digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak berperan sebagai fondasi spiritual yang menumbuhkan niat baik, kejujuran, dan kesadaran batin; moral berfungsi sebagai norma sosial yang menjaga keteraturan dan harmoni dalam masyarakat digital; sedangkan etika membimbing mahasiswa untuk berpikir kritis dan reflektif sebelum bertindak. Fenomena seperti hoaks, ujaran kebencian, dan plagiarisme akademik menegaskan pentingnya integrasi ketiga konsep tersebut dalam pendidikan karakter digital. Integrasi akhlak, moral, dan etika mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran nilai, tanggung jawab sosial, dan integritas akademik. Kesimpulannya, pendidikan karakter yang menggabungkan akhlak, moral, dan etika merupakan strategi penting bagi perguruan tinggi dalam membentuk generasi mahasiswa yang kompeten secara digital sekaligus berintegritas, bertanggung jawab, dan bermartabat dalam kehidupan sosial. Penelitian ini menekankan perlunya pengembangan kurikulum dan program pendidikan karakter yang sistematis untuk menghadapi tantangan era digital.
PENGERTIAN TASAWUF DALAM  PERSPEKTIF ULAMA KLASIK DAN KOMTEMPORER : ANALISIS PERBANDINGAN KONSEPTUAL Umi Hani Latifah; Ratumas Linda Ariyan; Ahmad Lutfi Guefara
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6917

Abstract

  Tasawuf merupakan dimensi esensial dalam ajaran Islam yang berfungsi sebagai jalan penyucian jiwa dan pendekatan spiritual kepada Allah SWT. Namun, pemahaman terhadap tasawuf mengalami perkembangan seiring perubahan konteks sosial dan historis umat Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengertian tasawuf dalam perspektif ulama klasik dan kontemporer guna menemukan titik temu konseptual serta perbedaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), melalui penelaahan kritis terhadap karya-karya ulama klasik seperti Imam al-Ghazali dan Imam al-Junaid al-Baghdadi, serta pemikiran ulama kontemporer seperti Haidar Bagir dan Nurcholish Madjid. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-komparatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf klasik menekankan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), kedisiplinan moral, dan keselarasan antara syariat dan hakikat dengan orientasi utama pada pencapaian ma‘rifatullah. Sementara itu, tasawuf kontemporer menekankan dimensi cinta, toleransi, rasionalitas, dan keterlibatan sosial sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai spiritual Islam dalam kehidupan modern. Meskipun memiliki perbedaan penekanan, tasawuf klasik dan kontemporer memiliki kesinambungan substansial dalam tujuan dan nilai dasar, yaitu pembentukan manusia berakhlak mulia dan berkesadaran ilahiah. Dengan demikian, tasawuf dapat dipahami sebagai ajaran Islam yang dinamis, adaptif, dan relevan sepanjang zaman dalam menjawab tantangan spiritual dan sosial umat manusia.