Infeksi parasit usus seperti infeksi parasit usus seperti Ascaris lumbricoides masih menjadi masalah kesehatan Masyarakat di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Anak-anak usia sekolah sangat rentan terinfeksi karena perilaku hidup bersih yang belum optimal dan lingkungan dengan sanitasi yang kurang. Penyakit kecacingan banyak ditemukan di daerah dengan kelembaban tinggi terutama pada kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Kelurahan Tondonggeu sebagai wilayah pesisir di Kecamatan Nambo, Kota Kendari, memiliki karakteristik sosial dan sanitasi yang memungkinkan penyebaran parasit usus lebih tinggi. Penyakit ini dapat berdampak buruk pada kesehatan, nutrisi dan perkembangan anak sehingga dapat menyebabkan stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan infeksi parasit usus (Ascaris lumbricoides) pada anak sekolah dasar di wilayah pesisir Kelurahan Tondonggeu Kecamatan Nambo, Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode observasional kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional sampel terdiri dari 15 siswa SDN 77 Kendari yang diambil secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan feses menggunakan metode eoisin 2% secara mikroskopis. Data dianalisis menggunakan Chi-Square dan fisher exact test untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah BAB (p=0,026), kebersihan kuku (p=0,001), perilaku jajan sembarangan (p=0,010), penggunaan sumber air bersih serta kebiasaan BAB tidak di WC (p=0,026) dengan kejadian infeksi Ascaris lumbricoides (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor kebersihan pribadi dan sanitasi lingkungan berhubungan erat dengan kejadian infeksi Ascaris lumbricoides. Sehingga edukasi dan promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) diperlukan untuk mencegah infeksi parasit usus pada anak sekolah dasar.