Tamimi, Khaeril
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Dalam Pengembangan Pariwisata Sejarah Dan Budaya Serta UMKM Yang Berkelanjutan Di Desa Ketangga Berbasis Sistem Informasi Informacore Guna Memaksimalkan Potensi Sumberdaya Wilayah Apriyeni, Baiq Ahda Razula; Busyairi, Ahmad; Supriadi, Herman; Saputri, Baiq Rasmila; Hatta, Dean Jundri; Tamimi, Khaeril; Halki, Lalu; Saupi, Lalu Muhammad; Liana, Liana; Riyandi, Muhammad; Faizi, Muhammad Taufiq Al; Hidayat, M. Adnan; Nova, Mera Iza; Aji, Moh. Wanda; Marzuki, Nadia Nurliza; Astuti, Neti Paria; Humaero, Siti; Agustina, Widiya Ayu; Wadi, Winda Nur; Mahindra, Yusril; Maoizati, Ziana; Zubaedah, Zubaedah; Zulzafitri, Zulzafitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1x00rr19

Abstract

Industri pariwisata global telah bertransformasi menjadi sektor ekonomi yang dinamis, memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, banyak daerah, termasuk Desa Ketangga di Lombok Timur, menghadapi tantangan dalam pengelolaan potensi pariwisata. Program PKM PMM ini menyoroti kesenjangan antara potensi budaya dan sejarah Desa Ketangga dengan kapasitas pengelolaannya. Pada program ini, diidentifikasi berbagai masalah, termasuk kurangnya optimalisasi peran Lembaga Adat Desa dan Karang Taruna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kolaboratif, workshop, dan penggunaan Teknologi Sistem Informasi InformaCore untuk meningkatkan pengelolaan pariwisata serta promosi produk lokal dengan Indikator pemberdayaan aspek produksi, manajemen dan sosial kemasyarakatan. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan signifikan dalam kapasitas pengelolaan pariwisata pada aspek manajemen dengan tersusunnya masterplan, Hanbook Pariwisata dan Paket Perjalanan Wisata telah terlaksana. Peningkatan aspek produksi tercapai melalui pengembangan lima produk UMKM oleh Karang Taruna. Program PKM PMM berhasil memperkuat peran Lembaga Adat dan Karang Taruna dalam pengembangan pariwisata. Luaran digital platform InformaCore yang mendukung promosi juga terlaksana. Pemanfaatan teknologi InformaCore membantu meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas potensi wisata. Melalui program ini Integrasi kearifan lokal dan teknologi digital diketahui adalah kunci dalam mencapai pariwisata berkelanjutan dan mendukung SDGs khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Student Capacity-Building Assistance for the Development of Historical and Cultural Tourism and Sustainable MSMEs in Ketangga Village, Based on the Informacore Information System to Maximize Regional Resource Potential Abstract The global tourism industry, a vital economic driver, faces challenges in optimizing local potential, as seen in Desa Ketangga, East Lombok. This Community Service Program (PKM PMM) identified a gap between the village's rich cultural and historical tourism potential and its management capacity, particularly regarding the underutilization of the Village Customary Institution and Youth Organization (Karang Taruna). Employing a collaborative approach involving workshops and the implementation of the InformaCore Information System Technology, the program aimed to enhance tourism management and local product promotion. Key indicators for empowerment focused on production, management, and socio-community aspects. Results revealed a significant improvement in tourism management capacity, evidenced by the successful development of a masterplan, tourism handbook, and travel packages. Furthermore, five UMKM products were developed by Karang Taruna, enhancing production aspects. The program effectively strengthened the roles of the customary institution and Karang Taruna, supported by the digital platform InformaCore for improved accessibility and visibility of tourism potential. This integration of local wisdom and digital technology proved crucial for sustainable tourism and aligning with SDGs, specifically SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) and SDG 17 (Partnerships for the Goals).