Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Enhancing Critical Thinking Skills in Kindergarten Children through Interactive Storytelling: A-Quasi-Experimental Study in Indonesia Dikta, Putu Gede Asnawa; Mahendra, Made Wahyu; Kusumadewi, Luh Putu Okta
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 4 No 3 (2025): December: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v4i3.456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas mendongeng terhadap keterampilan berpikir kritis siswa Taman Kanak-Kanak Pratama Widyalaya Rare Semesta. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual. Dongeng dipilih karena memiliki potensi edukatif dalam menstimulasi imajinasi, emosi, dan penalaran anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain one-group pretest-posttest pada 17 siswa kelas B. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja sederhana, wawancara guru, dan dokumentasi kegiatan mendongeng selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan berpikir kritis anak dari rata-rata 40% pada pretest menjadi 72% pada posttest. Anak menunjukkan kemajuan dalam kemampuan bertanya reflektif, menganalisis tindakan tokoh, serta menyimpulkan isi cerita dengan bahasa sendiri. Peningkatan ini membuktikan efektivitas mendongeng sebagai strategi pembelajaran yang mendorong anak berpikir aktif dan logis. Secara teoritis, hasil penelitian memperkuat pandangan Vygotsky bahwa interaksi sosial melalui bahasa memfasilitasi perkembangan berpikir tingkat tinggi. Disarankan agar guru PAUD menjadikan mendongeng sebagai kegiatan rutin yang interaktif dengan dukungan media variatif untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis anak usia dini. Kata kunci: mendongeng, berpikir kritis, anak usia dini, pembelajaran PAUD, widyalaya
Ekoteologi dalam Filosofi Tri Hita Karana pada Pembelajaran Pratama Widyalaya (PAUD Hindu): Kajian Pustaka Sistematis Dikta, Putu Gede Asnawa; Kusumadewi, Luh Putu Okta; Saridewi, Desak Putu; Nata, Kadek Asmara
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.585

Abstract

Krisis ekologis global menuntut respons multidisipliner, termasuk dari perspektif teologis dan pendidikan. Penelitian ini mengkaji integrasi ekoteologi Hindu yang terkandung dalam filosofi Tri Hita Karana meliputi dimensi Parahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan manusia dengan sesama), dan Palemahan (hubungan manusia dengan alam) ke dalam konteks pembelajaran agama Hindu pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) mengacu pada panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dengan menganalisis 35 artikel jurnal ilmiah, buku, dan prosiding yang diterbitkan dalam kurun waktu 2014-2024. Sumber data diperoleh dari basis data Google Scholar, Scopus, SINTA, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) ekoteologi Hindu memiliki landasan filosofis yang kuat dalam kitab suci Veda, khususnya melalui konsep Rta, Ahimsa, dan Vasudhaiva Kutumbakam yang menjadi basis etika lingkungan; (2) filosofi Tri Hita Karana menyediakan kerangka konseptual holistik yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis dalam satu kesatuan harmoni; (3) implementasi nilai-nilai ekoteologi berbasis Tri Hita Karana pada pembelajaran PAUD dapat dilakukan melalui pendekatan bermain berbasis alam, storytelling kearifan lokal, ritual sederhana, dan proyek lingkungan yang selaras dengan enam aspek perkembangan anak. Penelitian ini mengidentifikasi adanya kesenjangan riset (research gap) berupa minimnya kajian empiris yang secara spesifik menghubungkan ekoteologi Hindu dengan pedagogi anak usia dini, sehingga membuka peluang bagi pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis ekoteologi Tri Hita Karana di lembaga PAUD.