Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Teknologi Akuaponik di Pondok Pesantren Bogor Yuliawati; Rahayu, Arifah; Mumpuni, RR Fia Sri; Arifin, Nirbita Anindya; Ani, Neng; Alfatih, Annas; Tanjung, Saprudin; Lubis, Muhammad Jamil
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v12i1.21842

Abstract

Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi santri. Salah satu wirausaha inovatif yang dapat diterapkan adalah teknologi akuaponik, yaitu sistem terpadu yang menggabungkan budidaya ikan dengan hidroponik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi akuaponik sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri pondok pesantren An-Nahdoh. Metode pendampingan yang dilakukan adalah ceramah, simulasi, praktik, evaluasi, dan monitoring. Pengukuran pengetahuan dilakukan berbasis pre-test dan post-test terhadap 38 santri. Sistem yang diterapkan adalah deep flow technique (DFT) dengan komoditas ikan lele serta sayuran kangkung, selada, dan bayam. Kegiatan pendampingan penerapan teknologi akuaponik di Pondok Pesantren An-Nahdoh telah berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam budidaya akuaponik. Santri tidak hanya memahami konsep dasar akuaponik, tetapi juga mampu menerapkan tahapan budidaya ikan lele dan tanaman sayuran dengan sistem DFT secara tepat. Kemampuan tersebut diperkuat dengan keberhasilan menghasilkan produk bernilai ekonomi, seperti sayuran segar dan olahan nugget lele, yang menunjukkan bahwa teknologi akuaponik berpotensi menjadi sarana pembelajaran sekaligus media pengembangan kewirausahaan santri. Upaya untuk menjamin keberlanjutan program telah dilakukan dengan melakukan penyusunan jadwal pemeliharaan rutin, pembentukan kelompok santri penanggungjawab, serta pelatihan berkala bagi santri baru oleh tim pengelola. Selain itu, model pendampingan ini memiliki potensi untuk direplikasi pada pesantren lain yang memiliki kebutuhan dan kapasitas serupa, sehingga dapat menjadi contoh praktik baik dalam pengembangan teknologi akuaponik sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi pesantren.