Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan usia standarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi sarana air bersih, kondisi sarana jamban, kondisi sarana tempat sampah, kondisi sarana pembuangan air limbah dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Totikum Selatan Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain case control serta Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportional sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga sebanyak 110 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan metode Backward LR. Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi sarana jamban (p=0,007) dan kondisi sarana tempat sampah (p=0,023) dengan kejadian stunting. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi sarana pembuangan air limbah (p=0,074) dengan kejadian stunting. Analisis multivariat menggunakan Regresi logistik dengan metode Backward LR yaitu metode yang dilakukan secara bertahap dengan mengeluarkan variabel yang tidak signifikan hingga diperoleh model akhir. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa Kondisi sarana jamban adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting dengan nilai (P=0,005, OR=3,110). Sanitasi dasar secara tidak langsung memengaruhi gizi balita. Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita seperti diare dan cacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah stunting. Stunting is a chronic nutritional problem characterized by a child’s height being lower than the standard age. The purpose of this study was to determine the relationship betwen the condition of clean water facilities, the condition of toilet facilities, the condition of trash can facilities, the condition of wastewater disposal facilities with the incidence of stunting in the working area of the South Totikum Commuity Health Center in 2025. The type of research used was quantitative with a case control design and the sampling technique used was proportional sampling. The sample in this study was the head of the head of the family as many 110 respondents. Data analysis used was bivariate analysis using the chi square test and multivariate using logistic regression with the Backward LR method. The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between the condition of toilet facilities (p=0,007) and the condition of trash can facilities (p=0,023) with the incidence of stunting. Meanwhile, there was no significant relationship between the condition of wastewater disposal facilities (p=0,074) with the incidenci of stunting. Multivariate analysis used logistic regression with the Backward LR method, a method carried out in stages by removing insignificant variables until the final model was obtained. The results of the multivariate analysis showed that the condition of toilet facilities was the most influential variable on stunting incidence, with a value of (p=0,005, OR=3,110). Basic sanitation indirectly affects toddler nutrition. Poor sanitation can cause infectious diseases in toddler, such as diarrhea and worms, which can interfere with the digestive process and nutrient absorption. If this condition persists for a long time, it can lead to stunting.