Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Mi Basah Daun Kelor dengan Penambahan Tempe dan Lele sebagai Pangan Padat Gizi: Moringa Leaf Noodle Optimization Enriched with Tempe and Catfish as a Nutrition-Rich Food Novitasari, Dian Rizqi; Yudhistira, Bara; Azarine, Cantika Aurellia; Ramadhani, Putri Wulan; Majida, Sechatabina Shahia; Gultom, Xaviera Angelica
Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan Vol. 4 No. 2 (2026): JTMP: Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan: In Press
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/jtmp.v4i2.5987

Abstract

Wet noodles are a high-carbohydrate, flour-based product that is low in minerals and protein. Fortification efforts are carried out to improve nutrition by adding moringa leaves, tempeh flour, and catfish. This study aims to determine the nutritional value of modified wet noodles containing moringa leaves and tempeh flour, as well as catfish, and to identify total calories and the nutritional adequacy index. This study used a one-factor completely randomized design with the following treatments: Mo (2% moringa leaf flour); MoT (2% moringa leaf flour and 10% tempe flour); MoL (2% moringa leaf flour and 5% catfish); MoTL (2% moringa leaf flour, 10% tempe flour, and 5% catfish). The moisture, ash, fat, carbohydrate, and protein contents were then analyzed, and the total calories and the percentage of macronutrient adequacy were calculated. The results showed that the addition of moringa leaves, tempeh flour, and catfish significantly affected the proximate composition of wet noodles (p<0.05). MoTL contained the highest protein (6.99±0.12%) and fat (3.85±0.99%) content, while Mo contained the highest carbohydrate content (37.48±0.16%). Modified wet noodles with moringa leaves, tempeh flour, and catfish can meet 11.66% of the protein, 6.42% of the fat, and 9.31% of the carbohydrates, based on an energy requirement of 2150 kcal per day, in a 100g serving. The conclusion of this study is that the combination of moringa leaves, tempeh flour, and catfish can increase the nutritional content of wet noodles and has the potential to be a nutrient-dense food alternative.
Optimalisasi Sektor Pertanian Sayur sebagai Produk Unggulan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kopeng, Kabupaten Semarang Yudhistira, Bara; Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Riyanto, R Benny; Suswanto, Hary; Novitasari, Dian Rizqi; Azarine, Cantika Aurellia; Ramadhani, Putri Wulan; Majida, Sechatabina Shahia; Gultom, Xaviera Angelica; Cahyati, Widya Hary; Prajanti, Sucihatiningsih Dian Wisika
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110509

Abstract

Sekolah Desa Kopeng, Kabupaten Semarang, memiliki lahan pertanian yang sebagian besar digunakan untuk budidaya hortikultura. Namun, sektor ini masih menghadapi berbagai kendala yang menghambat optimalisasi pertanian. Permasalahan tersebut dibagi menjadi dua aspek, yaitu aspek produksi dan manajemen. Permasalahan pada aspek produksi antara lain: Minimnya fasilitas pascapanen yang sesuai dengan standar pemasaran modern; Keterbatasan sarana produksi untuk diversifikasi produk olahan; dan Keterbatasan Keterampilan dalam Pengolahan Produk. Pada aspek manajemen, permasalahan yang terjadi adalah Kurangnya pemahaman mengenai standar mutu dan sertifikasi produk; Minimnya keterampilan dalam manajemen produksi dan pemasaran; Kurangnya keterampilan dalam pengolahan produk dan inovasi diversifikasi; dan Kelembagaan petani atau kelompok usaha tani masih lemah dalam hal struktur organisasi dan tata kelola. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) Teknologi Tepat Guna (TTG), 2) Diversifikasi olahan produk. 3) Pelatihan dan pemberdayaan masyarakat cara membuat keripik yang lebih baik, 4) Peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, 5) Pendampingan manajemen kelembagaan, dan 6) Sertifikasi Produk. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan 1) Sosialisasi, 2) Pelatihan, 3) Pendampingan dan Evaluasi, dan 4) Keberlanjutan Program. Kata kunci: Kopeng; Pelatihan; Pertanian Sayur; Produk Unggulan; TTG