Prakoso, Danar Firdaus Bondan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LASKAR SEHAT LATIHAN KADER AKTIF DAN SIAGA UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT Febrianti, Nur Aini; Hidayah, Rini Nurul; Widyastuti, Devy Febriyani; Gustia, Wanda; Prakoso, Danar Firdaus Bondan; Herawan, Dea Aurela; Sumarni, Sumarni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33658

Abstract

Abstrak: Keberhasilan kegiatan Posyandu Lansia dan Posbindu bergantung pada peran kader. Di Desa Loa Pari terdapat sejumlah kader yang belum mendapatkan pelatihan sebelumnya. Tanpa menerima pelatihan, kader berpotensi melakukan kesalahan dalam pengukuran antropometri. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan hardskill para kader dalam menggunakan alat ukur kesehatan secara tepat dan soft skill dalam menyampaikan edukasi kesehatan. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan terkait Penyakit Tidak Menular dan pelatihan pengukuran antropometri, penentuan IMT, pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan pengisian buku KMS lansia. Sasaran kegiatan pelatihan ini adalah 4 kader Posyandu Lansia Kenanga I dan 5 kader Posbindu PTM. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini terdiri dari empat tahapan kegiatan, yaitu tahap pre-test, tahap penyuluhan dan pemberian buku saku kader, tahap pelatihan kader, dan tahap post-test. Evaluasi pengetahuan dalam kegiatan ini dilakukan melalui pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan, hanya 22,2% kader yang memiliki kategori pengetahuan baik, sementara 77,8% tergolong kurang baik. Setelah penyuluhan dan pelatihan, jumlah kader dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 55,6%, dan yang kurang baik menurun menjadi 44,4%.Abstract: The success of the Posyandu and Posbindu for NCDs activities depends on the role of the cadres. In Loa Pari Village, there are several cadres who have not previously received training. Without proper training, cadres are at risk of making errors in anthropometric measurements. The purpose of this training is to improve the cadres’ hard skills in correctly using health measurement tools and their soft skills in delivering health education This activity employed methods including educating on Non-Communicable Diseases (NCDs) and training on anthropometric measurements, Body Mass Index (BMI) determination, blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer, and filling out the Elderly Health Monitoring Book. The target participants of this training were four cadres from the Kenanga I Elderly Posyandu and five cadres from the Posbindu for NCDs. The implementation of the educating and training consisted of four stages: a pre-test, educating and distribution of cadre pocketbooks, cadre training, and a post-test. The knowledge evaluation for this training was conducted using pre-test and post-test assessments, each consisting of 10 questions.The results revealed that before the educating and training, only 22.2% of the cadres had a good level of knowledge, while 77.8% were classified as having insufficient knowledge. After the intervention, the proportion of cadres with good knowledge increased to 55.6%, while those with insufficient knowledge decreased to 44.4%.