Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TINJAUAN KETEPATAN PENGEMBALIAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP GUNA MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN DI RUMAH SAKIT X Febrianti, Nur Aini; Ulfah, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.33438

Abstract

Keterlambatan dalam pengembalian dokumen rekam medis masih banyak mengalami permasalahan di instalasi rekam medis. Salah satu cara untuk memastikan pengelolaan dokumen rekam medis yang efektif dan berkualitas adalah mengembalikan dokumen rekam medis dikembalikan dengan cepat dan tepat pada waktunya. Layanan rekam medis dapat terpengaruh jika dokumen rekam medis dikembalikan lebih dari 24 jam dan menghambat beberapa proses Selain itu ada kemungkinan dokumen rekam medis akan hilang atau rusak jika tidak disimpan pada tempatnya. Terlambatnya pengembalian dokumen rekam medis juga akan mempengaruhi kualitas mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara serta observasi mendalam terhadap beberapa petugas rekam medis dan perawat yang bertugas di ruang perawatan. Hasil penelitian yang dilakukan di Rumah sakit x terdapat keterlambatan dalam pengembalian dokumen di setiap bulannya pada triwulan pertama di tahun 2024. Pada bulan januari terdapat 63 dokumen (53%)  yang dapat keterlambatan dalam proses pengembalian ke instalasi rekam medis dari total 118 dokumen, pada bulan februari tedapat 92 dokumen (68%) yang dapat keterlambatan dalam proses pengembalian dari total 135 dokumen, dan pada bulan maret terdapat 85 dokumen (77%) dari total 110 dokumen.
Edukasi Gizi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri : Nutrition Education and Iron Supplementation among Adolescents Delezephs, Audinos H Fernando; Febrianti, Nur Aini; Abigael, Marchya; Sophie, Emilia; Khotimah, Husnul; Maysarah, Siti; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.7624

Abstract

Penyakit anemia kerap kali menjadi permasalahan kesehatan pada remaja, khususnya remaja putri. Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) adalah salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja putri. Rendahnya kepatuhan remaja dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara teratur menjadi salah satu kendala dalam penanganan permasalahan ini. Program dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja putri terkait pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyakit anemia. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program ini adalah penyuluhan, yang didalamnya terdapat pemaparan materi terkait pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri, pemeriksaan kesehatan, dan kegiatan tanya jawab. Dampak dari program ini diukur dengan menggunakan soal pretest dan posttest yang diberikan kepada para siswa sebelum dilaksanakannya penyuluhan dan setelah dilaksanakannya penyuluhan. Hasil rata-rata pretest dari 30 siswi sebelum dilakukannya penyuluhan adalah 52 dan rata-rata nilai post test adalah 68. Artinya ada peningkatan pengetahuan meskipun tidak signifikan setelah mengikuti penyuluhan. Tidak signifikannya peningkatan pengetahuan setelah dilakukannya penyuluhan ini dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti beberapa siswi tidak mendengarkan materi secara keseluruhan, ruangan yang bising dan waktu yang terbatas.
LASKAR SEHAT LATIHAN KADER AKTIF DAN SIAGA UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT Febrianti, Nur Aini; Hidayah, Rini Nurul; Widyastuti, Devy Febriyani; Gustia, Wanda; Prakoso, Danar Firdaus Bondan; Herawan, Dea Aurela; Sumarni, Sumarni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33658

Abstract

Abstrak: Keberhasilan kegiatan Posyandu Lansia dan Posbindu bergantung pada peran kader. Di Desa Loa Pari terdapat sejumlah kader yang belum mendapatkan pelatihan sebelumnya. Tanpa menerima pelatihan, kader berpotensi melakukan kesalahan dalam pengukuran antropometri. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan hardskill para kader dalam menggunakan alat ukur kesehatan secara tepat dan soft skill dalam menyampaikan edukasi kesehatan. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan terkait Penyakit Tidak Menular dan pelatihan pengukuran antropometri, penentuan IMT, pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan pengisian buku KMS lansia. Sasaran kegiatan pelatihan ini adalah 4 kader Posyandu Lansia Kenanga I dan 5 kader Posbindu PTM. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini terdiri dari empat tahapan kegiatan, yaitu tahap pre-test, tahap penyuluhan dan pemberian buku saku kader, tahap pelatihan kader, dan tahap post-test. Evaluasi pengetahuan dalam kegiatan ini dilakukan melalui pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan dan pelatihan, hanya 22,2% kader yang memiliki kategori pengetahuan baik, sementara 77,8% tergolong kurang baik. Setelah penyuluhan dan pelatihan, jumlah kader dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 55,6%, dan yang kurang baik menurun menjadi 44,4%.Abstract: The success of the Posyandu and Posbindu for NCDs activities depends on the role of the cadres. In Loa Pari Village, there are several cadres who have not previously received training. Without proper training, cadres are at risk of making errors in anthropometric measurements. The purpose of this training is to improve the cadres’ hard skills in correctly using health measurement tools and their soft skills in delivering health education This activity employed methods including educating on Non-Communicable Diseases (NCDs) and training on anthropometric measurements, Body Mass Index (BMI) determination, blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer, and filling out the Elderly Health Monitoring Book. The target participants of this training were four cadres from the Kenanga I Elderly Posyandu and five cadres from the Posbindu for NCDs. The implementation of the educating and training consisted of four stages: a pre-test, educating and distribution of cadre pocketbooks, cadre training, and a post-test. The knowledge evaluation for this training was conducted using pre-test and post-test assessments, each consisting of 10 questions.The results revealed that before the educating and training, only 22.2% of the cadres had a good level of knowledge, while 77.8% were classified as having insufficient knowledge. After the intervention, the proportion of cadres with good knowledge increased to 55.6%, while those with insufficient knowledge decreased to 44.4%.