Abstrak: Potensi seni tari di Desa Wisata Kandri terhambat karena minimnya minat remaja dan frekuensi pentas yang hanya setahun sekali. Untuk mengatasi hal ini, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah memberikan inovasi tari yang terinspirasi Legenda Goa Kreo Desa Kandri untuk mewujudkan regenerasi pelaku seni dan eduwisata Kandri. Mitra program ini adalah Karang Taruna Kandri dengan peserta adalah remaja yang mau dan mampu mengikuti program sampai akhir dan berkomitmen untuk menjadi kader pelaku seni Desa Wisata Kandri. Program ini dilaksanakan melalui tahapan pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan terdiri atas inovasi tari, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Evaluasi hasil pelatihan dilakukan dengan pengamatan di setiap sesi pelatihan dan penilaian ketrampilan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 1) sejumlah 15 peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dilihat dari partisipasi selama mengikuti program dan terdapat peningkatan keterampilan menari, merias, serta berbusana, 2) tersedia kostum dan alat make up yang memadai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, 3) terbentuk kader pelaku seni dan penanggung jawab pemeliharaan kostum. Rencana keberlanjutan program diantaranya Tari Catur Wanara secara rutin akan diajarkan kepada masyarakat Desa Kandri, dipentaskan pada hari besar dan menjadi tari penyambutan tamu bagi wisatawan.Abstract: The potential of dance in Kandri Tourism Village is hampered by the lack of interest from young people and the frequency of performances is only once a year. To overcome this, the purpose of this activity is to provide dance innovations inspired by the Legend of Goa Kreo in Kandri Village to realize the regeneration of artists and Kandri educational tourism. The partner of this program is Karang Taruna Kandri with participants being teenagers who are willing and able to follow the program until the end and are committed to becoming cadres of artists in Kandri Tourism Village. This program is implemented through pre-implementation, implementation, and evaluation stages. The implementation stage consists of dance innovation, socialization, training, and mentoring. Evaluation of training results is carried out by observing each training session and assessing skills. The results of the activity show that 1) a total of 15 participants were able to participate well in the activity as seen from their participation during the program and there was an increase in their dancing, make-up, and clothing skills, 2) adequate costumes and make-up tools are available and can be used by the community, 3) a cadre of artists and a person responsible for costume maintenance was formed. The program's sustainability plan includes the Catur Wanara Dance being taught regularly to the Kandri Village community, performed on major holidays, and being a welcoming dance for tourists.