Nurtyastuti, Fenty
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DAN PENANGANAN LIMBAH ORGANIK MELALUI SISTEM PERTANIAN TERPADU Ali, Dego Yusa; Rayesa, Neza Fadia; Nurtyastuti, Fenty; Istianah, Nur; Al Subhi, Alif Javier; Faiza, Naila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37053

Abstract

Abstrak: Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) di Kecamatan Lawang dilaksanakan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat melalui pendekatan pertanian terpadu dan inovasi produk berbasis sumber daya lokal. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik menjadi sumber daya produktif bernilai ekonomi. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan teknis dan pendampingan langsung kepada masyarakat di dua desa mitra, yaitu Desa Turirejo dan Desa Mulyoarjo, dengan total peserta sekitar 55 orang yang terdiri atas kelompok tani, perangkat desa, dan anggota PKK. Di Desa Turirejo, kegiatan difokuskan pada revitalisasi greenhouse sebagai pusat pembibitan sayuran pekarangan serta penerapan lubang biopori untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos. Sementara itu, di Desa Mulyoarjo, kegiatan diarahkan pada produksi eco enzyme dari limbah organik rumah tangga sebagai pupuk cair alami. Hasil program menunjukkan peningkatan pemanfaatan lahan pekarangan dari 30% menjadi 55% serta peningkatan kemampuan pengolahan limbah organik hingga 70%. Program ini terbukti efektif dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui dukungan pemerintah desa.Abstract: The Mahasiswa Membangun Desa (MMD) program in Lawang District was implemented to strengthen community food security through an integrated agriculture approach and local product innovation. The program aimed to enhance household food self-sufficiency and optimize the utilization of organic waste as a productive and economically valuable resource. Activities were conducted through technical training and direct community assistance in two partner villages, Turirejo and Mulyoarjo, involving approximately 55 participants consisting of farmer groups, village officials, and PKK members. In Turirejo Village, the program focused on revitalizing a greenhouse as a center for backyard vegetable seedling production and implementing biopore holes to process organic waste into compost. Meanwhile, in Mulyoarjo Village, activities emphasized the production of eco-enzyme from household organic waste as a natural liquid fertilizer for backyard farming. The results showed an increase in backyard land utilization from 30% to 55% and an improvement in organic waste processing skills by up to 70%. These findings indicate that integrating appropriate technologies such as biopores and eco-enzyme with local food diversification effectively supports sustainable agriculture and community food security.