Abstrak: UKM Tahu Ngaran merupakan industri rumah tangga yang produktif secara ekonomi. Mitra diketuai oleh pak Muhtadi yang beranggotan 7 orang yang berlokasi di Kecamatan Gunungpati Semarang. Setiap harinya Tahu Ngaran mampu produksi 11-13 kali proses produksi tahu. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu tungku masakan belum menggunakan teknologi dan mitra belum melakukan branding produk dan pengemasan produk tahu. Tujuan dari kegiatan PKM untuk meningkatkan efisiensi energi dan produktivitas UKM Tahu Ngaran, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mitra. Untuk mencapai tujuan kegiatan maka metode yang dilakukan meliputi sosialisasi, praktek, pendampingan dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab secara langsung kepada mitra dan pengamatan saat kegiatan berlangsung. Setelah kegiatan program selesai tim akan melakukan pemantauan akan keberlangsungan program di lokasi mitra. Hasil PkM diperoleh tungku masakan yang memberikan hemat waktu perebusan 33,33% dan penghematan kayu bakar 33,33%. Dengan demikian mitra dapat meningkatkan laba sebesar 67,26% sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan UKM Tahu Ngaran. Produk Tahu Ngaran sudah dipasarkan berkemasan dengan nama brand “Tahu Ngaran”.Abstract: UKM Tahu Ngaran is an economically productive home industry. The partner organization, led by Mr. Muhtadi, consists of 7 members and is in Gunungpati District, Semarang. Daily production at Tahu Ngaran involves 11 to 13 batches of tofu processing. The primary challenges faced by the partner included the use of non-technological cooking stoves and a lack of product branding and packaging. The objective of this Community Partnership Program (PKM) activity was to enhance energy efficiency and productivity for UKM Tahu Ngaran, thereby improving the welfare of the partners. To achieve this objective, the methodology employed involved a series of steps: socialization, practical training, mentorship, and evaluation. The evaluation was conducted through direct interviews (Q&A) with the partners and observational monitoring during the activity. Upon completion of the program, the team will continue to monitor the sustainability of the program at the partner's location. The results of the PKM included the implementation of a new cooking stove, which yielded a 33.33% reduction in boiling time and a 33.33% saving in firewood consumption. Consequently, the partner was able to increase profit by 67.26%, successfully improving the welfare of UKM Tahu Ngaran. The Tahu Ngaran product is now marketed in branded packaging under the name "Tahu Ngaran".