Ajeng Atma Kusuma
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TRADISI PANEN RAYA PASAR TERUSAN DALAM PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA LOKAL Wahidya, Wahidya Lestari Ningsih; Risti Kurnia; Ajeng Atma Kusuma; Gempita Damayanti; Mutiara Desma Natalia; Muhammad Angka Pratama; Andre Patoman Simatupang; Kholil Fadli; Hanif Kurniawan; Zainal Abidin; Aditya Widiawan; Destrinelli; Mohammad Komadri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36277

Abstract

Tradisi Panen Raya Pasar Terusan di Muara Bulian merupakan warisan budaya agraris yang mengandung nilai religius, sosial, dan estetika yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini bukan hanya perayaan hasil panen, melainkan juga sarana untuk memperkuat solidaritas sosial, menjaga identitas budaya lokal, serta menjadi media pembelajaran kultural bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna filosofis, nilai sosial dalam perayaan Panen Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan validasi data dilakukan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panen Raya tidak hanya bernilai agraris, tetapi juga memuat simbol doa, syukur, serta harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Prosesi Mundut dan makan merawang mencerminkan nilai gotong royong, tolong menolong, dan persaudaraan, sedangkan tari Tabur Beras Kunyit berfungsi sebagai simbol spiritual sekaligus pendidikan budaya. Tradisi ini menghadapi tantangan modernisasi, namun tetap relevan sebagai sarana pelestarian budaya lokal. Kesimpulannya, Panen Raya Pasar Terusan menjadi identitas budaya yang harus dilestarikan dan dapat dijadikan model pendidikan berbasis kearifan lokal untuk memperkuat karakter generasi muda.