Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada siswa sekolah dasar. Namun, pembelajaran matematika masih sering berorientasi pada prosedur sehingga keterlibatan siswa belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi strategi joyful learning, mindful learning, dan meaningful learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Artikel diperoleh melalui database Google Scholar, Sinta, dan Scopus menggunakan kata kunci joyful learning, mindful learning, meaningful learning, mathematics problem solving, dan elementary school. Kriteria inklusi meliputi artikel empiris yang diterbitkan pada tahun 2021–2026, tersedia dalam bentuk full text, serta relevan dengan pembelajaran matematika di sekolah dasar. Hasil seleksi menghasilkan tujuh artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Temuan menunjukkan bahwa joyful learning meningkatkan motivasi dan partisipasi belajar siswa, meaningful learning memperkuat pemahaman konseptual, sedangkan mindful learning meningkatkan fokus dan regulasi diri siswa. Integrasi ketiga pendekatan tersebut berpotensi meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika secara lebih optimal karena mencakup aspek afektif, kognitif, dan metakognitif. Dengan demikian, sinergi joyful, mindful, dan meaningful learning dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran matematika yang efektif di sekolah dasar.Kata kunci: joyful learning; mindful learning; meaningful learning; pemecahan masalah matematika; sekolah dasar.