Rendahnya budaya membaca di Indonesia menjadi tantangan yang ikut dirasakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Serang, di mana fasilitas literasi yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program pojok baca sebagai upaya mendorong budaya membaca di lingkungan pendidikan nonformal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok baca yang ditata secara nyaman dan melibatkan warga belajar dalam proses penataannya mampu meningkatkan minat dan partisipasi mereka dalam aktivitas literasi. Warga belajar mulai menunjukkan perubahan perilaku berupa kebiasaan memilih membaca secara mandiri, berdiskusi mengenai isi bacaan, serta memanfaatkan ruang baca sebagai bagian dari rutinitas belajar. Implementasi ini juga memperkuat rasa kepemilikan terhadap fasilitas literasi karena dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif antara mahasiswa PLP dan warga belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pojok baca merupakan strategi efektif untuk membangun budaya membaca yang berkelanjutan di SKB. Keberlanjutan program sangat bergantung pada pengelolaan rutin, penambahan koleksi bacaan, serta dukungan lembaga dalam menjaga pojok baca tetap aktif meskipun mahasiswa PLP tidak lagi berada di SKB. Kata Kunci : literasi, pojok baca, minat baca, pendidikan nonformal, SKB Kabupaten Serang.