Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V di SD Negeri 43 Ampenan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah, sehingga keterlibatan siswa dalam memahami materi kurang optimal. Guru membutuhkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta kemandirian belajar. Model PBL dipilih karena menghadirkan situasi belajar autentik, menantang, dan berpusat pada siswa, sehingga mereka dapat terlibat aktif dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membandingkan hasil belajar kelas eksperimen yang menerapkan PBL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar IPAS dan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung 3,857 > t tabel 2,011 dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa H₀ ditolak dan Hₐ diterima, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan PBL dan pembelajaran konvensional. Perhitungan effect size menggunakan Cohen’s d = (70 – 54,4) / 14,300051 = 1,09 menunjukkan kategori besar, sehingga model PBL memberikan pengaruh kuat terhadap hasil belajar IPAS. Secara keseluruhan, penerapan PBL terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, antusiasme, serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Siswa menjadi lebih aktif mencari informasi, berdiskusi, dan merumuskan solusi. Dengan demikian, model PBL berpengaruh diterapkan dalam pembelajaran IPAS dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 43 Ampenan.