Tryvia, Zeira
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CAMPUR KODE SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Em Fathir, Reval; Tryvia, Zeira; Syalsa Ramadani, Putri; Deswina, Dea; Refany, Regita; Olva Zuve, Farel
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40963

Abstract

Code-mixing is a linguistic phenomenon that frequently occurs in Indonesian language learning, particularly in multilingual classroom contexts influenced by technological development and popular culture. This article aims to examine code-mixing as a communication strategy used by teachers and students in Indonesian language instruction. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through classroom observations, recordings of instructional interactions, and analysis of spoken utterances. The findings indicate that code-mixing is consciously used to clarify meaning, enhance comprehension of learning materials, build emotional closeness, and create a more communicative and interactive learning atmosphere. In addition, code-mixing functions as a linguistic bridge for students who come from diverse first-language backgrounds. However, the use of code-mixing needs to be carefully managed so that it does not hinder the mastery of Indonesian as the target language of instruction. Therefore, code-mixing can be regarded as an effective communication strategy when applied proportionally and in accordance with instructional objectives. This article is expected to contribute both theoretically and practically to the development of Indonesian language teaching strategies that are adaptive to students’ linguistic realities.
Pola Pemerolehan Semantik dan Antarmuka Sintaksis-Pragmatik dalam Tuturan Spontan Anak Usia Empat Tahun: Kajian Psikolinguistik Berbasis Systemic Functional Grammar Mardhiyyah, Zulfa Salsabila; Ulya, Ridha Hasnul; Ramadani, Putri Syalsa; Regita Refany; Tryvia, Zeira; Fitri, Tiffani Zalianti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.51022

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginvestigasi pola pemerolehan semantik dan antarmuka sintaksis-pragmatik dalam tuturan spontan anak usia empat tahun penutur asli bahasa Indonesia. Studi ini menerapkan desain mixed methods konvergen melalui observasi naturalistik selama satu bulan dengan teknik simak libat cakap. Sepuluh tuturan tervalidasi triangulasi ahli dianalisis secara kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi dan Mean Length of Utterance (MLU), serta dikaji kualitatif melalui kerangka Systemic Functional Grammar. Hasil menunjukkan dominasi kategori agen-tindakan/transitif (30%), diikuti oleh lokatif/spasial dan sosial-pragmatik (masing-masing 20%), dengan nilai MLU mencapai 2,8 morfem per tuturan yang mengindikasikan transisi stabil dari ujaran telegrafis. Analisis fungsional mengungkap aktualisasi simultan metafungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual, yang menegaskan kapasitas kognitif anak dalam mengonstruksi jaringan makna terdiferensiasi sesuai konteks interaksi. Disimpulkan bahwa pemerolehan semantik prasekolah merupakan proses konstruktif dan nonlinier yang digerakkan oleh fungsi komunikatif, kematangan kognitif, serta pragmatic scaffolding. Implikasi teoretis temuan ini memperkuat model perkembangan bahasa berbasis fungsi dan interdependensi makna-struktur. Secara praktis, profil semantik yang teridentifikasi dapat diadopsi sebagai biomarker linguistik untuk asesmen dini dan intervensi berbasis konteks, guna mengoptimalkan kompetensi komunikatif anak secara holistik.