Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dinamika harian antara tingkat kompleksitas sintaksis dan penyederhanaan fonologis dalam proses pemerolehan bahasa anak berusia tiga tahun. Dengan desain mixed method longitudinal mikro-genetik, data ujaran dikumpul melalui teknik simak libat cakap selama 30 hari secara berurutan dan divalidasi lewat triangulasi oleh pakar linguistik. Analisis mencakup kuantifikasi frekuensi pola kalimat, hitungan Mean Length of Utterance (MLU), serta penilaian berbasis Systemic Functional Grammar (SFG). Hasil memperlihatkan kenaikan MLU dari 2,1 ke 3,4 morfem dengan pola S+P+O mendominasi (34,3%). Walaupun omisi dan substitusi konsonan likuida serta akhir kata tetap konsisten, perkembangan struktur sintaksis berlangsung secara optimal. Analisis SFG menunjukkan bahwa metafungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual bekerja bersamaan sebagai strategi adaptif guna menjaga pertukaran makna. Kesimpulan menegaskan bahwa kemajuan fonologi dan sintaksis terjadi secara asinkronis tapi paralel, di mana penyederhanaan artikulasi mencerminkan efisiensi kognitif yang fungsional, bukan kekurangan linguistik. Secara implikatif, hasil ini mendorong perubahan arah penilaian dan stimulasi bahasa anak usia dini dari latihan artikulasi terpisah menuju pendekatan berbasis kemampuan komunikatif, sambil menguatkan pentingnya dokumentasi longitudinal harian untuk memodelkan pemerolehan bahasa secara empiris dan menyeluruh.