Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat UMKM Melalui Pembangunan Studi Kasus: Di Desa Cibatu Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Virhanida, Naila Aulia Rahmah; Muhammad Rafli Permanayudha; Nabila Ilmi Gumilar; Putri Aulia Tauziah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in rural areas plays a strategic role in promoting local economic growth and strengthening community empowerment. This study aims to examine the contribution of MSMEs to community empowerment and to identify local potentials that can be optimized to enhance business sustainability in Cibatu Village, Garut Regency. The research adopts a qualitative descriptive approach, with data collected through field observations, in-depth interviews, and documentation. The findings indicate that MSMEs in Cibatu Village have grown by utilizing local natural resources and cultural heritage as the foundation for developing distinctive products, including traditional handicrafts and local food processing. The presence of MSMEs has contributed to increased household income, job creation, and the strengthening of local socio-economic capacity. However, several challenges remain, such as limited access to capital, low levels of digital literacy, and weak marketing networks. These constraints hinder MSMEs from expanding their market reach and improving competitiveness. Therefore, collaborative support from village governments, educational institutions, and the private sector is essential, particularly in the form of entrepreneurship training, business management assistance, and the adoption of digital technologies for marketing and distribution. The study concludes that strengthening MSMEs based on local potential can serve as a key driver of sustainable rural economic development, provided it is supported by structured, participatory, and continuous empowerment strategies.
Representasi Pesan Moral Dalam Film “Racun Sangga” Karya Rizal Mantovani (Analisis Semiotika Roland Barthes) Putri Aulia Tauziah; Rohanda, Rohanda
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i1.3175

Abstract

Penelitian ini membahas representasi pengkhianatan dan pesan moral dalam film Racun Sangga karya Rizal Mantovani sebagai teks budaya yang sarat akan tanda dan simbol. Objek penelitian berupa adegan, dialog, gestur tokoh, serta simbol visual yang terdapat dalam film Racun Sangga (2024). Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan kerangka analisis makna denotatif, makna konotatif, dan mitos. Teori ini dipilih karena mampu mengungkap makna berlapis serta ideologi budaya yang tersembunyi di balik representasi visual dan naratif film. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi tanda, pengelompokan data, analisis semiotik, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Racun Sangga merepresentasikan pengkhianatan sebagai konflik laten yang bekerja secara tersembunyi melalui simbol racun dan praktik mistis, yang berakar pada mitos dan kepercayaan budaya lokal. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa film tersebut menyampaikan pesan moral berupa pentingnya keimanan, kesetiaan, tanggung jawab moral, serta bahaya dendam dan pengkhianatan dalam kehidupan rumah tangga. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Racun Sangga tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai medium reflektif yang mereproduksi mitos sosial dan nilai moral dalam masyarakat. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengayaan kajian sastra dan film Indonesia, khususnya dalam penerapan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap hubungan antara mitos budaya, konflik sosial, dan pesan moral dalam karya sinematik lokal.