Benny Bernadus
Universitas Indonesia Membangun, Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

An In-Depth Analysis of Multivitamin Purchasing Behavior Among Generation Z in Bandung Kartika Nuradina; Dadan Abdul Aziz Mubarok; Detya Wiryany; Devyanthi Syarif; Nunung Ayu Sofiati; Prinska Damara Sastri; Benny Bernadus
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 5 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (June
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i5.4896

Abstract

This study aims to describe consumer behavior in the decision-making process related to purchasing multivitamin products in Bandung City. Data were collected from 1,990 respondents through a survey and analyzed using descriptive statistical methods. The findings indicate that most consumers are 18–24 years old, married, and primarily work as students or private-sector employees, with a monthly income of less than IDR 2,000,000. The primary factor driving purchase decisions is health needs, followed by the product's perceived benefits and halal certification. The most influential sources of information include public media, such as social media and consumer reviews, as well as personal sources, including family and friends. Consumers in Bandung tend to delay their purchasing decisions without a specific timeframe. The main reason for repeat purchases is the consumer's experience of the product's tangible health benefits. These results provide valuable insights for multivitamin producers in designing effective marketing strategies grounded in consumer behavior.
HUBUNGAN SELF REGULATION TERHADAP BURNOUT DENGAN MEDIASI WORK LIFE BALANCE PADA WANITA BEKERJA YANG SUDAH MENIKAH DI KABUPATEN BANDUNG Aubrey Nisrina Azzahra Swari; Benny Bernadus; Pras Rendy
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): April-Juni, Assessment and Learning Evaluation
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i2.174

Abstract

Karena tuntutan karir dan rumah mereka, wanita pekerja yang sudah menikah mungkin mengalami kelelahan emosional dan mental. Perempuan pekerja yang sudah menikah di Kabupaten Bandung menjadi fokus penelitian ini, yang bertujuan untuk mengkaji keseimbangan kehidupan kerja, kejenuhan, dan pengaturan diri. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan strategi korelasional. Setelah pemfilteran data, Model Hayes 4 dengan 5.000 sampel bootstrap digunakan untuk melakukan analisis mediasi terhadap 96 responden. Seratus sepuluh peserta mengisi survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan diri dan keseimbangan kehidupan kerja sangat terkait; pengaturan diri secara positif terkait dengan kelelahan dan berkorelasi negatif dengan keseimbangan kehidupan kerja. Meskipun pengaturan diri tampaknya tidak memiliki korelasi langsung yang cukup besar dengan kelelahan, ada hubungan tidak langsung yang kuat antara kelelahan dan keseimbangan kehidupan kerja. Menurut temuan tersebut, hubungan antara pengaturan diri dan kelelahan sebagian besar dimediasi oleh keseimbangan kehidupan kerja.
PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN SOCIAL SUPPORT TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN GENERASI Z DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR KOTA BANDUNG Defi Dea Apriyanti; Benny Bernadus; Kartika Nuradina; Pras Rendy
Jurnal Cinta Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): April-Juni, Assessment and Learning Evaluation
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v4i2.178

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok usia yang mendominasi angkatan kerja saat ini, namun memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dalam memandang keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta pentingnya dukungan sosial di lingkungan kerja. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan manufaktur dalam meningkatkan employee engagement, mengingat keterlibatan karyawan berperan penting dalam mendukung produktivitas dan pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan social support terhadap employee engagement pada karyawan Generasi Z di perusahaan manufaktur Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 karyawan. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance secara parsial tidak berpengaruh terhadap employee engangement dan social support berpengaruh positif dan signifikan. Namun secara simultan, keduanya berpengaruh terhadap employee engagement. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,217 menunjukkan bahwa kedua variabel independen secara bersama-sama mampu menjelaskan 21,7% variasi employee engagement, sedangkan 78,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menjelaskan bahwa dukungan sosial dari atasan dan rekan kerja berperan lebih dominan dalam membentuk employee engagement dibandingkan kemampuan individu mengelola keseimbangan kehidupan kerja, meskipun keduanya tetap berkontribusi secara bersama-sama.