Ni Putu Aprilia Olga Pania
Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA LANJUT USIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TABANAN III Ni Putu Aprilia Olga Pania; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p09

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius karena prevalensi yang terus meningkat dan risiko komplikasi penyakit yang tinggi. Untuk meningkatkan outcome klinis, pasien hipertensi harus patuh dalam mengonsumsi obat anti hipertensi. Studi yang ada menunjukkan tingkat kepatuhan pasien masih bervariasi, dimana masalah kepatuhan ini paling sering ditemukan pada kelompok lanjut usia. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kepatuhan adalah persepsi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan pengobatan pada lanjut usia hipertensi. Penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif  korelatif dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 94 sampel terlibat dalam penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner HBM untuk mengukur persepsi penyakit dan kuesioner MMAS untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi penyakit pada lansia hipertensi sebagian besar dalam kategori sedang yaitu sebanyak 49 orang (52,1%) sedangkan kepatuhan pengobatan pada lansia hipertensi mayoritas dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 52 orang (55,3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan pengobatan (p-value = 0,001; rs= 0,332). Dari penelitian ini, diharapkan perawat dapat mendukung dan mengembangkan persepsi positif bagi pasien sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan.