Dina Khania Febrianti Fatimah
Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KECERDASAN EMOSINAL PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA Dina Khania Febrianti Fatimah; Kadek Eka Swedarma; Ni Putu Emy Darma Yanti; Putu Ayu Emmy Savitri Karin
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p03

Abstract

Pada masa remaja, individu sering kali menghadapi masalah tidur dan ketidakstabilan emosi yang diakibatkan oleh perubahan biologis, psikologis, serta tekanan dari lingkungan akademik dan sosial. Mutu tidur yang suboptimal berpotensi memberikan efek merugikan pada kesehatan mental, termasuk kapasitas emosional seseorang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menginvestigasi korelasi antara kualitas tidur dan kecerdasan emosional pada remaja yang bersekolah di SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Penelitian ini mengaplikasikan metodologi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan desain cross-sectional. Sebanyak 77 responden, yang dipilih melalui teknik total sampling, menjadi sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur dan kuesioner Emotional Intelligence Scale (EIS) untuk mengukur kecerdasan emosional. Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas tidur yang buruk (75,3%) dan tingkat kecerdasan emosional dalam kategori sedang (57,1%). Analisis menggunakan uji Spearman Rank mengindikasikan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dan kecerdasan emosional (p = 0,494; r = -0,079). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kualitas tidur dan kecerdasan emosional pada kelompok remaja yang menjadi sampel dalam penelitian ini.
PENANGANAN HEAT STROKE PADA WISATAWAN DI KAWASAN PARIWISATA TROPIS: TINJAUAN LITERATUR Dina Khania Febrianti Fatimah; Made Oka Ari Kamayani; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Heat stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis akibat peningkatan suhu inti tubuh lebih dari 40°C yang dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, kegagalan multiorgan, hingga kematian apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan pariwisata tropis memiliki risiko lebih tinggi mengalami heat stroke akibat paparan suhu dan kelembapan yang tinggi, aktivitas fisik berlebihan, serta kurangnya adaptasi terhadap lingkungan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko, upaya pencegahan, dan penanganan heat stroke pada wisatawan di kawasan pariwisata tropis. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian literatur dilakukan melalui beberapa database dengan kriteria inklusi artikel yang dipublikasikan pada tahun 2022–2026, tersedia dalam teks lengkap, dan relevan dengan topik penelitian. Hasil seleksi diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor risiko utama heat stroke meliputi suhu lingkungan yang tinggi, kelembapan udara yang tinggi, dehidrasi, aktivitas fisik berlebihan, dan kurangnya aklimatisasi. Pencegahan heat stroke dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan, pemenuhan kebutuhan cairan, penggunaan pakaian yang sesuai, dan pembatasan aktivitas pada suhu ekstrem. Penanganan awal yang cepat melalui pendinginan tubuh, terutama dengan metode cold water immersion, terbukti efektif dalam menurunkan komplikasi dan angka kematian. Penanganan medis lanjutan berfokus pada stabilisasi kondisi pasien, koreksi gangguan cairan dan elektrolit, serta pencegahan komplikasi multiorgan. Disimpulkan bahwa pencegahan, deteksi dini, dan penanganan yang cepat serta tepat merupakan faktor penting dalam mengurangi dampak heat stroke pada wisatawan di kawasan pariwisata tropis.