Dewa Ayu Putu Dhita Indah Pradhani
Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS TIDUR PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Dewa Ayu Putu Dhita Indah Pradhani; Made Oka Ari Kamayani; I Kadek Saputra; Meril Valentine Manangkot
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p04

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan individu beradaptasi terhadap kesulitan, ini terkait dengan kualitas tidur terutama dalam menghadapi stres. Resiliensi yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup karena individu lebih mampu mengatasi stres sehingga memengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap di RSUD Wangaya, dengan sampel sebanyak 118 pasien yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Data dikumpulkan melalui lembar kuesioner CD-RISC-10 dan PSQI, hubungan antara resiliensi dengan kualitas tidur kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 57 responden (48,3%) mendapatkan skor resiliensi ≥38, sedangkan hasil analisis kualitas tidur didapatkan sebanyak 74 responden (62,7%) mendapatkan skor <5. Uji Spearman Rank menunjukkan p = 0,000 dengan nilai r=-486, maka artinya ada hubungan dengan kekuatan sedang antara variabel resiliensi dengan kualitas tidur pasien di ruang rawat inap RSUD Wangaya. Arah korelasi yaitu negatif, sehingga dapat diartikan ketika semakin tinggi skor resiliensi maka semakin rendah skor kualitas tidur, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil ini diharapkan perawat dapat merencanakan asuhan keperawatan yang lebih komprehensif dan individual, tidak hanya fokus pada gejala fisik tetapi juga mempertahankan resiliensi dan memperbaiki kualitas tidur pasien.