p-Index From 2021 - 2026
1.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Theophylia Melisa Manumara
Program Studi Sarjana Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sosialisasi Pencegahan Bronkitis Pada Remaja SMK Mahardhika Batujajar Mokh.Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Abdurrasyid Zakhir Syiham Yogaswara; Nadia Fatma; Gina Revana; Indri Dwi Fitriani; Elsa Lestari; Rianti Aprilia; Nahla Fauziah Sukmana; Titin Hanipah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3hs2dy80

Abstract

Bronkitis merupakan suatu peradangan pada bronkus yang dapat bersifat akut maupun kronis dan banyak dialami oleh remaja akibat paparan asap rokok, polusi udara, serta kebiasaan hidup yang kurang sehat. Remaja berada pada masa transisi yang rentan terhadap berbagai penyakit sistem pernapasan karena adanya perubahan perilaku, lingkungan, dan gaya hidup. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan sistem pernapasan menyebabkan remaja tidak memahami risiko bronkitis serta cara mencegahnya, sehingga edukasi kesehatan menjadi sangat penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bronkitis serta upaya pencegahannya melalui edukasi interaktif. Metode yang digunakan adalah metode edukatif berupa penyampaian materi menggunakan media Power Point, pembagian leaflet edukatif, pre-test, games interaktif, diskusi, serta post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan pada sesi post-test dan quiz. Antusiasme siswa dalam sesi tanya jawab serta partisipasi aktif dalam games menunjukkan bahwa metode edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan. Dari hasil kegiatan Pendidikan kesehatan ini dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai bahaya bronkitis, faktor risiko seperti rokok dan polusi, serta pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan guna mencegah penyakit bronkitis pada remaja.
Edukasi Pencegahan Asma untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan Siswa SMK Pusdikhubad Cimahi Mokh Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Siti Sofiah; Chalisa Putri Mayda; Wulan Nursifa; Maritha Aurin Alfarizki; Rifa Nurul Fajriani; Reva Oktavia Ramadhani; Dalfa Mutmainah; Mohamad Ihsan Pahlevi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ds05w884

Abstract

Penyakit asma termasuk dalam kategori penyakit tidak menular yang sering dialami remaja dan dapat menghambat aktivitas belajar akibat gejala seperti sesak napas, batuk berulang, dan mengi. Kurangnya informasi tentang faktor pencetus seperti debu, asap rokok, polusi udara, dan cuaca dingin menyebabkan risiko kekambuhan asma yang lebih tinggi di sekolah. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Pusdikhubad Cimahi mengenai cara mencegah penyakit asma. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, penyusunan materi, pelaksanaan edukasi dengan media PowerPoint dan leaflet, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil ada peningkatkan pemahaman siswa mengenai definisi asma, gejala awal, faktor pencetus, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari asap rokok. Saran edukasi tidak hanya diakukan sekali tetapi harus rutin sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan mengurangi risiko kekambuhan asma pada remaja.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Dalam Pencegahan Tuberkulosis Paru di SMAN 1 Parongpong Mokhamad Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Rifan Abiyansah; Nazma Septia Wanty; Dita Apriliyanti; Bakhi Fadlah; Nabila Agustin; Repa Wulandari; Aiska Haniyya Muhtar; Cici Lestari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1weqgy48

Abstract

Pendidikan kesehatan mengenai Tuberkulosis Paru (TB Paru) di SMAN 1 PARONGPONG bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa-siswi dalam pencegahan penularan TB melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini dilatar belakangi oleh tingginya angka kejadian TB dikalangan remaja akibat kurang pemahaman tentang mekanisme penularan, faktor risiko, upaya pencegahannnya. Metode yang di gunakan yaitu pendekatan melalui pretest dan posttest, penyampaikan materi diskusi interaktif, dan demonstrasi etika batuk dan mencuci tangan yang benar. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatann pengetahuan siswa-siswi dengan hasil kenaikan posttest secara signifikan dibanding dengan pretest. Pembahasan mengindikasikan bahwa dengan edukasi kesehatan di sekolah mampu memperkuat upaya pencegahan  TB Paru, sekaligus meningkatkan kesadaran remaja dalam penerpan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari hari di sekolah maupun di rumah. Dapat disimpulkan dari kegiatan Pendidikan kesehatan ini memperbaiki pemahaman siswa-siswi dan dapat di jadikan model kegiatan yang edukatif berkelanjutan untuk mendorong pencegahan TB Paru di disekolah ataupun dirumah.
Peningkatan Pengetahuan Siswa dalam Pemeliharaan Kesehatan Jantung Melalui Pendidikan Kesehatan dengan Tema Deteksi Dini Penyakit Infeksi Jantung di SMK Kesehatan Surya Global Cimahi Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Anggraeni Lestari; Dina Alipiya; Delia Ordora; Siti Jenab Andreani; Sarah Ayu Lestari; Reine Maharani Willyana; Muhammad Ferdiawan; Davina Apandi Putri; Dhea Lestari; Afifah Azahra; Novy Alawiyah; Fifih Fadya
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3yr4jc12

Abstract

Myocarditis is an inflammation of the heart muscle, usually caused by a viral infection, and can have serious consequences if not detected early. Early symptoms of myocarditis are often nonspecific and therefore often overlooked, especially in adolescents. Lack of knowledge about myocarditis is a factor in delayed treatment, potentially leading to cardiovascular complications. This activity aims to improve the knowledge of Surya Global Cimahi Health Vocational School students regarding the definition, risk factors, symptoms, prevention, and early detection of myocarditis through health education. The method used was a pre-experimental design with a one-group pre-test and discussion approach. The activity was conducted with 21 students. The pre-test was administered, the material was presented using visual lectures, leaflets, interactive discussions, and icebreakers, followed by an evaluation of understanding through discussion. The results showed an increase in student knowledge after the health education, indicated by an increase in the percentage of students in the "very good" knowledge category. Structured and interactive health education has proven effective in increasing students' understanding and awareness of myocarditis. This activity is expected to be a promotional and preventive effort in maintaining heart health from adolescence.
Love Your Heart: Edukasi Gagal Jantung Kongestif untuk Generasi Muda di SMKN 11 Bandung Budi Rustandi; Theophylia Melisa Manumara; Adinda Putri Eryana; Annisa Bintang; Desti Alfiana; Dwi Mayangsari; Dwi Varetta Maharani; Kurniawan Kurniawan; Meri Oktapia Suci Rahmadani; Nabila Zalfa; Priska Priska; Salwa Fadhila Oktaviani Solihin; Vina Alvionita; Zahra Alifannisa
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wpn98427

Abstract

Congestive Heart Failure is a condition characterized by the heart's inability to pump blood effectively, leading to symptoms such as shortness of breath and leg swelling. The primary causes include hypertension and coronary artery disease, which can be prevented through a healthy lifestyle from a young age. Public knowledge, especially among adolescents, regarding risk factors and early signs of CHF remains low, making health education crucial to increase awareness and promote early prevention. The study search was conducted using online sources such as PubMed and Google Scholar to gather data related to the mechanisms, prevention strategies, and healthy lifestyle practices to enhance awareness and prevent the progression of CHF. The conclusion indicates that continuous education and improved access to information can enhance adolescents' understanding of CHF and encourage healthy behaviors that contribute to disease prevention in the future.
Analisis Perilaku Perawatan Ibu Postpartum Berdasarkan Teori Transkultural Nursing: Literature Review Theophylia Melisa Manumara; Regita Cahaya Banyu Adjie; Devina Nurul Ainie; Naylla Aisha Munajat; Devi Masriyani; Nurani Fauziah; Lisna Nurhayati; Bryan Afriansah
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7b1mye42

Abstract

Masa postpartum merupakan periode kritis setelah melahirkan yang berlangsung sekitar 6–8 minggu, di mana ibu mengalami perubahan fisiologis dan psikologis untuk kembali ke keadaan sebelum hamil. Pada masa ini, ibu memerlukan perhatian khusus karena risiko komplikasi seperti perdarahan, eklampsia, dan infeksi cukup tinggi. Selain faktor medis, aspek budaya juga berpengaruh besar terhadap perilaku dan perawatan ibu postpartum. Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya terhadap perilaku perawatan ibu postpartum berdasarkan teori Transcultural Nursing Leininger. Metode: Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar dengan kata kunci “postpartum” dan “budaya”, menggunakan kerangka PICOT dan panduan PRISMA. Sebanyak 14 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020–2025 dianalisis. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa praktik budaya seperti pantangan makanan, penggunaan jamu, serta dukungan sosial dan keluarga berperan penting dalam pemulihan ibu. Pendekatan Transcultural Nursing terbukti membantu tenaga kesehatan menggabungkan praktik medis modern dengan nilai budaya lokal untuk meningkatkan efektivitas perawatan dan mencegah komplikasi seperti depresi postpartum. Kesimpulan: Dengan demikian, penerapan asuhan yang sensitif terhadap budaya dapat mendukung kesejahteraan ibu dan bayi secara menyeluruh.
Analisis Teori Swanson pada Kondisi Kala II Menggunakan Sentuhan Caring Theophylia Melisa Manumara; Alya Aura Putri Denwid; Alan Pirmansyah; Dasep Abdullah; Dewi Kirana; Indah Suci Rahmadhani; Muhammad Ilham Risqulloh; Neng Windi; Siti Melisa Amanda; Siti Rohmah; Titi Mulyati; Yulia Dwi Pania
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/mwt5zz52

Abstract

Partus kala II lama merupakan salah satu komplikasi persalinan yang berpengaruh pada ibu dan bayi. Lamanya kala II sering di sebabkan oleh berbagai faktor, kondisi ini dapat menghambat kemajuan persalinan dan memperpanjang waktu lahirnya bayi. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya partus kala II lama sangat penting untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada keselamatan ibu serta bayi. Penerapan teori keperawatan yang tepat dapat memperkuat keyakinan, empati, komunikasi, serta dukungan emosional bagi ibu partus kala II. Tujuan: Di lakukan untuk mengidentifikasi peran caring menurut teori Swanson yang di jadikan intervensi untuk memberikan dukungan pada ibu partus kala II lama. Metode: kriteria penulis subjek penelitian ibu partus kala II lama menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dari 22 sumber terdiri atas 22 artikel yang di terbitkan antara tahun 2015 hingga 2025 dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.  Hasil: Di temukan 10 artikel sesuai kata kunci, terdapat 1 artikel yang sesuai kriteria penulis dan di pilih untuk di lakukan review. Kesimpulan: Teori Swanson terbukti dapat membantu perawat dalam praktik keperawatan untuk menjamin keselamatan pada ibu partus kala II serta bayi.
Peran Pendekatan Caring dalam Manajemen Hipertensi Menurut Teori Swanson Theophylia Melisa Manumara; Ridho Faka Fadhlan; Muhamad Budiana; Cindi Puspitasari; Nabila Indah Puspitasari; Naila Indah Kusuma W; Juliska Kiara Putri; Serli Septiani Nurlaela; Triani Triani; Siti Saidatul Mudrikah; Ecy Ramadhana
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/py9ew070

Abstract

Sebagai kondisi kronis yang prevalensinya tinggi, hipertensi tercatat sebagai penyebab utama kesakitan dan kematian terkait penyakit kardiovaskular. Pengelolaan tekanan darah yang optimal tidak hanya ditentukan oleh terapi medis, melainkan juga sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dan peran pendukung dari tenaga keperawatan. Dalam konteks ini, pendekatan caring yang berlandaskan teori Swanson memiliki peran krusial dalam memperkuat hubungan terapeutik serta meningkatkan motivasi kepatuhan berobat pasien. Tujuan: Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pendekatan caring berdasarkan teori Swanson dalam upaya meningkatkan kepatuhan serta capaian klinis pada pasien hipertensi.: Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan database Google Scholar dan model PICOT. Dari 75 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 11 artikel memenuhi syarat kelayakan untuk kemudian dianalisis secara komprehensif, dengan fokus pada variabel intervensi caring, tingkat kepatuhan, dan hasil pengukuran tekanan darah.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi caring oleh perawat—yang diwujudkan dalam bentuk edukasi kesehatan, dukungan interpersonal, dan pendekatan multifaset—efektif dalam meningkatkan kepatuhan farmakologis dan stabilitas tekanan darah..Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa integrasi pendekatan caring menurut teori Swanson memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perbaikan kepatuhan dan hasil terapi pasien hipertensi. Untuk itu, penelitian lanjutan berupa uji coba terkontrol dengan periode follow-up yang panjang sangat diperlukan guna mengevaluasi efektivitas intervensi ini secara lebih menyeluruh.