Fatih Nur Farhan
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Empowering elementary school teachers in garut regency to implement deep learning-based differentiated learning for civic literacy Faisal Sadam Murron; Shahris Haikal; Sendi Fauzi Giwangsa; Mubarok Somantri; Fatih Nur Farhan; Azmi Nurbarlian Ramadhan; Waysqotnie Pramuditya
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 9, No 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v9i3.109336

Abstract

The implementation of Merdeka Curriculum in Indonesia demands significant pedagogical transformation, particularly in developing civic literacy through student-centered approaches. This study aims to analyze the effectiveness of teacher empowerment programs in enhancing elementary school teachers' competencies to implement deep learning-based differentiated learning for civic literacy development. This research employed a mixed-methods approach combining quantitative and qualitative data collection within an action research framework following the Kemmis and McTaggart model. The study involved 21 elementary school teachers in Garut Regency selected through purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires (Cronbach's Alpha = 0.89) measuring 15 indicators of teacher understanding, complemented by in-depth interviews and classroom observation protocols. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and N-Gain analysis, while qualitative data underwent thematic analysis following Braun and Clarke's framework. Results demonstrated significant improvements in teachers' competencies, with differentiated learning implementation scores increasing from 3.38 to 4.80 (N-Gain = 0.88, high category) and deep learning-based instruction from 3.95 to 4.70 (N-Gain = 0.71, high category). The study concludes that participatory empowerment programs integrating theoretical foundations with practical implementation effectively enhance teachers' pedagogical competencies.
EDUKASI BAHAYA BULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL MELALUI BUKU ELEKTRONIK KEBAL (KENALI EMOSI BERANI ATASI LAPOR) DENGAN PENERAPAN MODEL PBL KELAS IV SDN 03 CIKIDANG Nahla Deizha Anzal; Azkia Nurul Fauziah; Fatih Nur Farhan; Putri Ajeng Siti Nurjannah; Luthfiyah Al Jamilah; Faqih Rasyid Hermawan; Ida Laila; Faisal Sadam Murron
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan edukasi bahaya bullying terhadap kesehatan mental siswa melalui buku elektronik KEBAL (Kenali Emosi, Berani Atasi, Lapor) dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas IV SDN 03 Cikidang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 28 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Pembelajaran dilaksanakan secara klasikal dengan memanfaatkan buku elektronik KEBAL yang ditampilkan melalui Smart TV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan buku elektronik KEBAL mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep bullying, bentuk-bentuk bullying (verbal, fisik, dan sosial), serta dampaknya terhadap kesehatan mental. Siswa menunjukkan kemampuan dalam mengenali emosi korban serta mampu merumuskan solusi yang tepat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi buku elektronik KEBAL dengan model PBL efektif sebagai strategi edukasi preventif bullying yang tidak hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga membentuk sikap, kesadaran emosional, dan keterampilan sosial siswa terhadap pentingnya kesehatan mental sejak dini.