Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Development of Moral Intelligence Students Through the Honesty Canteen Program in the Context of Citizenship Education (Case Study in SMAN 8 Bandung) Faisal Sadam Murron; Kokom Komalasari
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 7 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.703 KB) | DOI: 10.36835/modeling.v7i1.607

Abstract

This research is motivated by the lack of facilities for students to do moral action as part or the output of learning Citizenship Education in order to develop their moral intelligence, especially in schools. This study aimed to get information about the development of moral intelligence of learners through honesty canteen program in the context of civic education that includes planning, implementation, advantages and disadvantages of honesty canteen program, the achievement of moral intelligence of learners up its sustainability efforts. The approach used in this study is a qualitative study with the case study method. The process of data collection is done in three ways: observation, interviews and documentation study. Location of the study were used as a case study is SMAN 8 Bandung. The parties are the subject of research is the Civics teachers, principals and students. Based on the results of this study concluded that 1) Increasing the moral intelligence of learners achieved through planning optimal collaboration with stakeholders from government elements that integrate with the concept of honesty canteen program Widyatama school; 2) Moral action will be effective learners developed using honesty canteen media in the context of Civics that engage learners in schools .; 3) Excess honesty canteen program in supporting the development of moral intelligence of learners such as civics laboratory for students in school so that they are able to apply the material Civics that they can be in the classroom, but unfortunately not all the schools are able to understand the role of honesty canteen itself; 4) Through honesty canteen These indicators moral intelligence such as empathy, conscience kotrol self, respect, kindness, tolerance and justice showed a positive development as learners are facilitated to take responsibility for their actions (moral action) unsupervised anyone; 5) In keeping with a program that is good, socialization is needed both to internal and external school by attending various events to keep the existence of this honesty canteen program that moral intelligence that learners can continue to grow.
Sosialisasi Pembelajaran Paradigma Baru dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Faisal Sadam Murron; Dwi Heryanto; Mubarok Somantri; Mela Darmayanti; Ani Hendriyani; Ruswandi Hermawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.756 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4411

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman guru-guru SD di lingkungan Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran terkait Paradigma Pembelajaran Baru dalam Kurikulum Merdeka. Dengan jumlah responden sebanyak 172 orang guru-guru SD di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan hasil wawancara, hal ini dikarenakan masih mininnya sosialisasi dan workshop yang mengkaji paradigm pembelajaran baru dalam kurikulum merdeka di kecamatan Parigi. Disamping itu sosialisasi yang dilakukan di daerah tersebut terkait Kurikulum Merdeka masih belum dilakukan secara masif. Hasil kuisiner (uji kompetensi awal) terhadap pemahaman guru-guru SD di Kecamatan Parigi masih pada kategori belum paham sebanyak 62%. Tujuan dari penelitian ini yaitu meningkatkan literasi guru-guru SD di Kecamatan Parigi terkait Paradigma Pembelajaran Baru sesuai Kurikulum Merdeka untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan pra Tindakan, Tindakan dan pasca tindakan terhadap subjek penelitian yakni guru-guru SD di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Intrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yakni kuisioner dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian (uji kompetensi akhir) pemahaman guru-guru SD di lingkungan Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran terkait Paradigma Pembelajaran Baru dalam Kurikulum Merdeka menunjukkan peningkatan yaitu sangat paham sebesar 64%. Kegiatan sosialisasi workshop seperti ini harus terus dilaksanakan supaya kpengetahuan dan pemahaman guru terus terupgrade.
Sosialisasi Pembelajaran Paradigma Baru dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Faisal Sadam Murron; Dwi Heryanto; Mubarok Somantri; Mela Darmayanti; Ani Hendriyani; Ruswandi Hermawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4411

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman guru-guru SD di lingkungan Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran terkait Paradigma Pembelajaran Baru dalam Kurikulum Merdeka. Dengan jumlah responden sebanyak 172 orang guru-guru SD di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan hasil wawancara, hal ini dikarenakan masih mininnya sosialisasi dan workshop yang mengkaji paradigm pembelajaran baru dalam kurikulum merdeka di kecamatan Parigi. Disamping itu sosialisasi yang dilakukan di daerah tersebut terkait Kurikulum Merdeka masih belum dilakukan secara masif. Hasil kuisiner (uji kompetensi awal) terhadap pemahaman guru-guru SD di Kecamatan Parigi masih pada kategori belum paham sebanyak 62%. Tujuan dari penelitian ini yaitu meningkatkan literasi guru-guru SD di Kecamatan Parigi terkait Paradigma Pembelajaran Baru sesuai Kurikulum Merdeka untuk diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan pra Tindakan, Tindakan dan pasca tindakan terhadap subjek penelitian yakni guru-guru SD di Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Intrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yakni kuisioner dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian (uji kompetensi akhir) pemahaman guru-guru SD di lingkungan Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran terkait Paradigma Pembelajaran Baru dalam Kurikulum Merdeka menunjukkan peningkatan yaitu sangat paham sebesar 64%. Kegiatan sosialisasi workshop seperti ini harus terus dilaksanakan supaya kpengetahuan dan pemahaman guru terus terupgrade.
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Sebagai Upaya Optimalisasi Program SDGs Indonesia Faisal Sadam Murron; Nana Djumhana; Non Dwishiera CA; Lea Christina Br Ginting; Ani Hendriani; Kurniasih Kurniasih
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8910

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimalnya pemahaman guru-guru SD di lingkungan Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan Terkait pengembangan media pembelajaran berbasis pembelajaran berdiferensiasi. Jumlah responden pada Penelitian ini adalah sebanyak 114 orang guru-guru SD di Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Hasil kuesioner (Uji kompetensi awal) terhadap pemahaman guru-guru SD di Kecamatan Kramatmulya menunjukkan bahwa terlihat bahwa dari 11 indikator yang diteliti, pemahaman guru dalam pengembangan media pembelajaran berdiferensiasi memiliki persentase yang berbedai beda dalam setiap indikatornya. Pada aspek pemahaman akan prinsip pengembangan media, menunjukkan bahwa sebanyak 3,9% guru yang memahami prinsip pengembangan media. Hasil uji akhir terlihat bahwa dari 11 indikator yang diteliti mengalami peningkatan pemahaman dengan rinsian sebagai berikut, pada indikator pemahaman prinsip pengembangan media naik sebanyak 11% menjadi 14,90%, indicator pengetahuan aplikasi Canva untuk membuat media pembelajaran naik sebanyak 8,40% menjadi 20,20%
Kartu Kuartet sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Pengamalan Nilai Pancasila di Fase A Indri Olivia Herlina; Arie Rakhmat Riyadi; Faisal Sadam Murron
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 3 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i3.93322

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman peserta didik dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila pada fase A, dikarenakan metode pembelajaran yang terbatas dan kurangnya penggunaan media pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan media kartu kuartet untuk meningkatkan pemahaman pengamalan nilai pancasila di fase A. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis & Mc. Taggart. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, dan tes evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I ketuntasan klasikal siswa mencapai 54,5% berada dalam kriteria cukup baik dan memperoleh nilai rata-rata sebesar 70. Pada siklus II, ketuntasan belajar klasikal siswa meningkat menjadi 91% yang berada dalam kriteria sangat baik dan nilai rata-rata meningkat menjadi 81,82. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media kartu kuartet dapat meningkatkan pemahaman pengamalan nilai pancasila.
Pengembangan Media “PANDAPAN” Berbasis Android Untuk Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Pancasila Siswa Fase B Utama, Rildwiani Putri; Rengganis, Ira; Murron, Faisal Sadam
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 7, No 2 (2024): el-ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v7i2.33130

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar Pendidikan Pancasila Siswa Fase B Sekolah Dasar yang disebabkan oleh minimnya media pembelajaran inovatif yang digunakan guru pada saat proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bertujuan untuk mengembangkan media PANDAPAN berbasis android untuk meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Design and Development (D&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan pengisian angket. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari pengembangan media PANDAPAN berbasis android pada saat validasi dengan ketiga ahli yang meliputi ahli materi, media, dan pembelajaran mendapatkan penilaian dengan kategori sangat layak dengan beberapa masukan pada saat validasi pertama, dan mendapatkan penilaian dengan kategori sangat layak tanpa masukan pada saat validasi kedua. Maka dapat disimpulkan bahwasannya media PANDAPAN berbasis android yang dibuat layak untuk diimplementasikan. Pada saat melakukan implementasi, ditemukan bahwa terjadi peningkatan minat belajar siswa pada saat menggunakan media PANDAPAN. Peningkatan minat belajar ini dilihat berdasarkan indikator minat belajar yaitu perasaan senang 56,94%, ketertarikan 43,06%, perhatian siswa 44,45%, dan keaktifan siswa 31,94%.
The Development of Thematic Praxis Module in Children's Literature Pantun learning Based on Nationalism Character in Elementary School Heryanto, Dwi; Murron, Faisal Sadam; Rahmawati, Evi; Cahya Anasta, Non Dwishiera; Magistra, Ari Arasy
Widyagogik Vol 10, No 2a (2023): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/widyagogik.v10i2a.19264

Abstract

Efforts to reconstruct the cultivation of character values, one of which is the character of nationalism through the development of the thematic module of children's literature in poetry learning, are due to the emergence of the phenomenon of the disappearance of national identity with the loss of character values in social life in society. This study uses a qualitative method with a Design and Development (DD) model, which refers to the PPE model modified by Richey and Klein. The process of developing this module uses planning, production, and evaluation steps through a one-time validation and improvement process to improve the quality of the final design. The results of the module development in rhyme learning based on the assessment of experts and validation show that it is feasible to use with an average overall score of 96.14% in the "Very Good" category. It can be concluded that this research is expected to be able to become a constructive reference in rhyme learning by inculcating meaningful nationalism character values through the developed modules.
Efektivitas Model Pembelajaran RICOSRE terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Elemen UUD 1945 di Fase B Sindiawati, Mita Putri; Rengganis, Ira; Murron, Faisal Sadam
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 8, No 2 (2025): el-ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ejpe.v8i2.37732

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik khususnya aspek kognitif pada pelajaran Pendidikan Pancasila elemen UUD 1945 terkait materi hak dan kewajiban, yang salah satunya disebabkan karena pembelajaran yang bersifat satu arah dan kurang melibatkan peserta didik secara aktif yang kerap menghambat perkembangan kemampuan kognitif. Oleh karena itu, peneliti menerapkan model pembelajaran RICOSRE, yang bertujuan untuk menguji dan mencari tahu efektivitas model tersebut terhadap hasil belajar peserta didik pada elemen UUD 1945 di fase B sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimen tipe One Group Pretest Posttest Design. Sampel yang terpilih sebanyak 23 peserta didik kelas IV salah satu sekolah dasar di Kota Bandung. Instrumen yang digunakan yaitu tes tertulis dengan jenis soal pilihan ganda dan uraian. Analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji hipotesis, dan uji N-Gain. Berdasarkan data, rata-rata hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan sebesar 36,09. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya terjadi peningkatan hasil belajar yang signifikan. Pada uji N-Gain diperoleh nilai 0,78 yang berada pada kategori tinggi dan efektif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran RICOSRE efektif terhadap peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik pada pelajaran Pendidikan Pancasila Elemen UUD 1945 di fase B. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penerapan model pembelajaran RICOSRE pada cakupan yang lebih luas. Kata kunci: RICOSRE, Hasil Belajar, Elemen UUD 1945
Efektivitas Bahan Ajar Berbasis Pendekatan CTL untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Materi Nilai-Nilai Pancasila Fase A Sekolah Dasar Wening, Farah Adya; Hendriani, Ani; Murron, Faisal Sadam
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4062

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya peserta didik fase A yang belum memahami konsep materi nilai-nilai Pancasila khususnya di lingkungan keluarga. Permasalahan ini terjadi karena pembelajaran masih dilaksanakan secara teacher centered tanpa adanya bahan ajar yang dibuat secara khusus sesuai dengan kebutuhan materi dan materi pembelajaran yang belum dihubungkan dengan kehidupan nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bahan ajar berbasis pendekatan CTL dalam meningkatkan pemahaman konsep materi nilai-nilai Pancasila peserta didik fase A Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pre-experimental design tipe One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas II yang berjumlah dua puluh lima peserta didik. Hasil yang diperoleh berdasarkan perhitungan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga, H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan rerata antara hasil pretest dan posttest uji pemahaman konsep peserta didik. Hasil uji N-Gain sebesar 0,786 menunjukkan kategori tingkat efektivitas yang tinggi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis CTL terbukti efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep materi nilai-nilai Pancasila peserta didik fase A Sekolah Dasar.
Efektivitas model LAPS-Heuristic berbantuan media flashcard terhadap kemampuan penyelesaian masalah matematis peserta didik Fathonah, Muthia Nurul; Murron, Faisal Sadam; Mufliva, Rosiana
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 2 (2025): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/pyth.v14i2.7892

Abstract

Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini yaitu belum optimalnya kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah matematis yang disebabkan oleh pemilihan model pembelajaran serta media yang belum sepenuhnya memfasilitasi untuk mengembangkan kemampuan penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tingkat efektivitas model Laps-Heuristic berbantuan media Flashcard dalam meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah matematis pada peserta didik kelas V pada materi keliling persegi dan persegi panjang. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel yang digunakan yaitu peserta didik kelas V di salah satu SD Negeri Kota Bandung berjumlah 24 orang. Teknik dalam pengumpulan data terdiri dari tes berupa soal uraian non-rutin sebanyak 5 soal dan observasi. Analisis data yang dilakukan yaitu melalui statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan bahwa model Laps-Heuristic berbantuan media Flashcard cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah matematis peserta didik kelas V. Hal ini dibuktikan dengan skor N-Gain sebesar 0,63 termasuk pada kategori sedang dan persentase N-Gain sebesar 63,07% menunjukkan kategori cukup efektif.