Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTRIBUSI KONSUMSI RUMAH TANGGA DAN NPISHs TERHADAP KONSUMSI AKHIR DALAM PEREKONOMIAN DI SINGAPURA Dwi Darma Puspita sari; feny Marissa; Amelia Virgianita; Rasyida Pratiwi; Wiga Ayu Desmanita; Vinny Dwi Melliny
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 14 No. 6 (2025): Vol. 14, No. 6, JUNI 2025 (pp.449-534)
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/EEP.2025.v14.i06.p05

Abstract

Konsumsi rumah tangga tidak hanya mencerminkan aktivitas belanja, tetapi juga menjadi indikator kesejahteraan masyarakat, distribusi pendapatan, serta efektivitas kebijakan ekonomi. Lembaga NPISHs berperan penting karena menyediakan barang dan jasa non-komersial di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan yang memperkuat fondasi ekonomi domestik. Pemahaman terhadap kontribusi NPISHs menjadi penting dalam menilai ketahanan ekonomi dan pembangunan inklusif di Singapura. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi konsumsi rumah tangga dan lembaga nirlaba yang melayani rumah tangga (NPISHs) terhadap konsumsi akhir dalam perekonomian Singapura. Konsumsi domestik berperan penting dalam stabilitas dan ketahanan ekonomi, terutama di negara dengan struktur ekonomi terbuka seperti Singapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder makroekonomi dari Bank Dunia periode 2009–2023. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga dan NPISH berpengaruh signifikan terhadap konsumsi akhir (p-value 0,0005) dengan arah hubungan negatif. Nilai R² sebesar 0,622 menunjukkan bahwa 62,2% variasi konsumsi akhir dijelaskan oleh konsumsi rumah tangga dan NPISHs. Hasil ini menunjukkan adanya perubahan struktur perekonomian Singapura, di mana dominasi sektor ekspor dan investasi menyebabkan kontribusi konsumsi domestik terhadap PDB relatif menurun.
Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto dan Kondisi Pasar Tenaga Kerja terhadap Perkembangan Investasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2015-2024 Naurah Febiola; Fariza Rismandah; Hijrah Dwi Anggraini; Siti Rohima; Dwi Darma Puspita Sari; Waldi Novi Yarsah; Wiga Ayu Desmanita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan kondisi pasar tenaga kerja yang diproksikan oleh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap perkembangan investasi di Provinsi Jawa Barat selama periode 2015–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Squares (OLS), serta didukung oleh uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan investasi di Provinsi Jawa Barat. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi daerah mampu mendorong masuknya investasi melalui peningkatan peluang usaha dan ekspektasi keuntungan bagi investor. Sementara itu, TPT berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap investasi, yang menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja belum menjadi faktor utama dalam menentukan keputusan investasi. Secara simultan, PDRB dan TPT berpengaruh signifikan terhadap investasi, dengan kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen yang cukup tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan determinan utama dalam menarik investasi, sedangkan kondisi tenaga kerja berperan sebagai faktor pendukung. Oleh karena itu, kebijakan yang berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, penguatan sektor produktif, serta peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi penting untuk mendorong investasi yang berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat.