Ni Made Riris Widiari
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Struktur dan komposisi vegetasi lantai pada kawasan agroforestri kopi di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung, Bali Ni Made Riris Widiari; I Made Saka Wijaya; I Ketut Ginantra; Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni; Ida Ayu Eka Pertiwi Sari
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 2 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p02

Abstract

Agroforestri berbasis kopi telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya diterapkan di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Kombinasi pohon penaung dalam agroforestri memberikan pengaruh terhadap iklim mikro yang beragam bagi vegetasi di bawahnya, yaitu pada struktur dan komposisi vegetasi lantai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur dan komposisi vegetasi lantai pada agroforestri kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode plot berukuran 1 × 1 m yang ditempatkan secara systematic sampling. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 88 spesies sebagai penyusun vegetasi lantai agroforestri kopi Dusun Jempanang. Spesies dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu Oplismenus burmannii sebesar 41,26% (KR 18,09%; FR 7,10%; DR 16,07%), Ageratum conyzoides dengan INP 29,39% (KR 10,66%, FR 7,59%, DR 11,13%), Drymaria villosa dengan INP 27,85% (KR 13,64%, FR 6,25%, DR 7,97%), dan Synedrella nodiflora dengan INP 21,50% (KR 7,52%, FR 6,17%, DR 7,81%). Berdasarkan indeks komunitas, diperoleh bahwa vegetasi lantai di Dusun Jempanang memiliki keanekaragaman dengan kategori tinggi (H'=3,33), tanpa adanya dominansi spesies tertentu (C=0,06), serta persebaran spesies yang relatif merata (E=0,74).