Dian Hadiyansyah
Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Daya Dukung Tanah Pada Jalan Terhadap Beban Truk Pengangkut Batubara di Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Dian Hadiyansyah; Dini Elishabet; Afni Nelvi; Rusnoviandi; Hedsing Cressendo Cressendo; Annisa Intan Yustisia Rahmalina
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/v1836k40

Abstract

Jalan mengalami kerusakan berupa amblesan/pergerakan tanah yang dilalui oleh truk pengangkut batubara dengan frekuensi kendaraan dan tonase beban truk yang  tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis sifat fisik dan mekanik tanah, menganalisis tonase beban truk, dan mengidentifikasi penyebab terjadinya amblesan/pergerakan tanah. Metode yang digunakan yaitu undisturbed sampel dengan mengambil sampel tanah tak terganggu. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data didapatkan sifat fisik dan mekanik tanah km 139+000 dengan kadar air 31%, berat isi tanah 0,47 , berat jenis tanah 2,58 , dan uji geser langsung dengan nilai sudut geser dalam 22,72°. Lokasi Km 143+000 dengan kadar air 37%, berat isi tanah 0,47 ,, berat jenis tanah 2,59 ,, dan uji geser langsung dengan nilai sudut geser dalam yaitu 25,37°. Lokasi Km 143+400 dengan kadar air 49%, berat isi tanah 0,48 ,, berat jenis 2,65 ,, dan uji geser langsung dengan nilai sudut geser dalam 22,81°. Berdasarkan penggolongan tanah klasifikasi ASTM D km 139+000, km 143+000 dan km 143+400 termasuk kedalam jenis tanah lempung. Tonase truk batubara diperoleh sebesar 35.000 kg dengan nilai ground pressure alat angkut yaitu 781,45 kPa, yang nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai daya dukung ijin tanah yaitu 96,82 kPa pada km 139+000, 135,43 kPa pada km 143+000 dan 128,04 kPa pada km 143+400. Oleh karena itu tanah dinyatakan tidak mampu menahan beban yang berada diatasnya sehingga penyebab terjadinya amblesan/pergerakan tanah dikarenakan daya dukung tanah yang rendah dan tonase beban truk yang tinggi.
Kajian Teknis Sistem Mine Dewatering di Lubang THC-06 Tambang Batubara Bawah Tanah CV. XYZ Ferdinan Akbar; Nofrohu Retongga; Dian Hadiyansyah; Jevie Carter Eka Putra; Suci Fitria Rahmadhani Z; Hendriono; Suhernomo
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 25 No. 2 (2025): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/qa6z1k55

Abstract

Sistem mine dewatering merupakan bagian krusial dalam mendukung kelancaran operasi tambang bawah tanah, khususnya dalam menangani permasalahan air yang menggenangi daerah kerja. Penelitian ini dilakukan di lubang THC-06 milik CV. Tahiti Coal yang berlokasi di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Permasalahan utama yang ditemukan adalah adanya genangan air setinggi 15–35 cm di area penambangan, yang disebabkan oleh tidak optimalnya sistem pemompaan serta belum dilakukannya pengukuran debit air tanah dan limpasan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit air tanah dan limpasan, menentukan kebutuhan pompa, serta merancang dimensi sump yang ideal untuk mendukung sistem penyaliran tambang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui observasi lapangan, pengukuran debit air, serta data curah hujan selama 10 tahun terakhir. Pengolahan data melibatkan metode rasional untuk menghitung debit limpasan, metode gumbel untuk curah hujan rencana, dan analisis kebutuhan pompa berdasarkan perhitungan head total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit limpasan yang masuk sebesar 0,1099 m3/detik dan debit air tanah mencapai 0,0016 m3/detik. Jumlah pompa ideal yang dibutuhkan adalah 1unit pompa San Ei 6SES3P60-3 dengan kapasitas 0,01167 m³/s. Dimensi sump yang optimal untuk menampung total debit air yang masuk adalah 18 m × 2,5 m × 2 m. Dengan sistem mine dewatering yang dirancang secara teknis dan akurat, gangguan operasional tambang dapat diminimalkan secara signifikan.